Runtuhnya Ekonomi Negara Para Dewa

Melihat Sejumlah Pria Berpakaian ala Tentara Yunani Kuno
Sumber :
  • REUTERS/Marko Djurica

img_title Yunani akan Kirim Kembali Migran ke Turki
Meskipun, sentimen ini sudah mulai membuat dana panas yang berada di negara Uni Eropa yang terkena krisis seperti Yunani, sudah berterbangan ke negara Eropa lainnya yang memiliki ekonominya lebih kuat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Yunani Kosongkan Kamp Imigran
Para investor di pasar modal, menurutnya, juga sudah sudah mempunyai ekspektasi tersendiri mengenai hal ini. Sehingga, meskipun menimbulkan gejolak, diyakini akan terjadi dalam jangka pendek.  

img_title Ekonomi di Zona Euro Tumbuh 15%
Yang perlu dikhawatirkan adalah hal ini memicu penguatan dolar dan akhirnya dapat melemahkan mata uang negara-negara berkembang, khususnya Indonesia. Pelemahan rupiah dapat memicu keluarnya arus modal asing.

"Kita khawatir bukan ke pasar modal, tetapi ke rupiah yang mengancam terjadinya outflow (keluarnya arus modal asing)," ujarnya. 

Terlepas dari hal tersebut, menurutnya, krisis yang terjadi di Yunani itu bukan sepenuhnya kesalahan negara tersebut. Tetapi, menunjukkan prematurnya integerasi di kawasan Uni Eropa, sehingga tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di salah satu negara bagian dari kawasan tersebut. 

"Utangnya Yunani kan banyak ke lembaga multilateral dan negara-negara Eropa. Ini pelajaran bagai Eropa, selama ini kan hanya integerasi mata uang, tetapi tidak fiskal," tegasnya. 

Lebih lanjut, menurutny,a terkait dampaknya kepada rupiah, pemerintah dan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter sudah mengantisipasi dengan bauran kebijakan guna meredam pengaruh global. Sehingga, pelemahan yang terjadi masih bisa dikendalikan. 

Hal serupa di ungkapkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, saat berbincang dengan VIVA.co.id.  Kecilnya pengaruh ekonomi, baik dari sisi pemerintahan, perusahaan dan perbankan di negara tersebut tidak berpengaruh kepada ekonomi global saat ini. 

Setidaknya, menurut Mirza, dampaknya tidak sebesar krisis ekonomi pertama kali yang di alami Yunani pada periode 2010-2011. 

"Waktu itu, dampaknya besar. Portugal, Irlandia juga kena krisis. Dulu masih banyak eksposure Eropa, sekarang mereka sudah keluar dari Yunani," kata Mirza di Banjarmasin. 

Meskipun demikian, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas, mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah-langkah antisipasi mengenai hal ini, agar dampaknya tidak dapat secara cepat diantisipasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


"Ke rupiah, kami sudah ambil langkah-langkah pengamanan, karena BI kan selalu menjaga nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya," kata dia dalam kesempatan berbeda. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut