Bersama Melawan Bencana Global

Presiden Joko Widodo hadir dalam KTT Perubahan Iklim di Paris
Sumber :
  • REUTERS/Ian Langsdon/Pool

Ancaman Serius dan Nyata

img_title Kemlu: Komitmen Indonesia untuk Perubahan Iklim Sangat Tegas

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, juga meminta seluruh pemimpin negara untuk memiliki rasa keterdesakan, dan mengingatkan betapa ancaman pemanasan global adalah hal yang serius dan nyata. "Negara meminta kita berbagi rasa keterdesakan untuk mengatasi tantangan ini, dan menumbuhkan kekuatan dari dalam diri kita untuk melakukan sesuatu," katanya seperti dikutip dari Aljazeera.com.

Indonesia termasuk negara yang merasakan dampak perubahan iklim secara nyata. Bencana El Nino melanda Indonesia sepanjang 2015, dan menyebabkan masa musim kemarau menjadi lebih panjang dari biasanya. Kondisi diperparah dengan terjadinya pembakaran lahan gambut dan kebakaran hutan sehingga menimbulkan kabut asap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih dari tiga bulan polusi asap pekat menyelimuti Sumatera dan Kalimantan, bahkan menjalar hingga ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

img_title Kerugian Akibat Cuaca Ekstrem Indonesia Dinilai Menurun

Korban berjatuhan karena mengalami sesak nafas, bahkan hingga jatuh korban jiwa. Bantuan internasional yang turun tangan juga tak berhasil memadamkan api dan mengurangi asap. Hanya musim hujan yang berhasil meredakannya.

Presiden Jokowi, melalui pidatonya di Paris, berjanji Indonesia akan menjadi bagian dari solusi untuk perubahan iklim dunia.  Mantan Gubernur Solo itu  menyampaikan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 29 persen sampai 2030 mendatang. Jokowi menyampaikan sejumlah strategi yang akan dilakukan dengan melakukan efisiensi pada bidang energi, tata kelola hutan dan lahan, serta maritim.

"Untuk bidang energi, Indonesia akan melakukan pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif, juga peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen konsumsi energi nasional tahun 2025. Indonesia juga akan mengolah sampah menjadi energi," kata Jokowi, seperti dikutip dari siaran pers yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI, Selasa, 1 Desember 2015.

Sementara untuk pengelolaan hutan dan lahan, Indonesia berkomitmen untuk membentuk Badan Restorasi Gambut. Berkaca dari masalah kebakaran hutan yang terjadi selama tahun 2015, Jokowi berjanji akan melakukan restorasi ekosistem gambut dan menegakkan hukum secara tegas. 

"Indonesia akan memberlakukan one map policy, menetapkan moratorium dan  meninjau kembali ijin pemanfaatan lahan gambut, dan pengelolaan lahan maupun hutan produksi lestari," kata Jokowi menegaskan. Sedangkan di bidang maritim, Presiden RI berjanji akan mengatasi perikanan ilegal (ilegal fishing) dan melindungi keanekaragaman hayati laut.

Konferensi Perubahan Iklim di Paris masih akan berjalan hingga 11 Desember mendatang. Setiap negara masih akan mempresentasikan rencana kerja mereka untuk menentukan strategi besar, membantu mengurangi pemanasan global dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Konferensi Perubahan Iklim 2015 ini ditargetkan dapat menghasilkan kesepakatan untuk menangani perubahan iklim global yang  berlaku bagi seluruh negara dengan mengedepankan prinsip CBDR-RC.

Obama berusaha meyakinkan seluruh negara yang hadir, meski tak menampik ada yang akan berusaha menghentikan aksi menyelamatkan bumi melalui konferensi di Paris itu.

"Salah satu musuh kita yang berjuang pada konferensi ini adalah sinisme, kemajuan yang akan kita capai masa mendatang harusnya memberi kita harapan selama dua pekan ke depan," kata Obama. "Sinisme adalah penolakan terbesar dari mereka yang berharap akan membuat kita menangisi dunia ini  dan meruntuhkan semangat terbaik kita untuk menjaganya," katanya menegaskan.

Seluruh mata dunia kini tertuju ke Paris, Prancis. Harapan besar demi keselamatan bumi disandarkan pada COP ke 21 yang baru berjalan. Seperti permintaan Obama, semoga dua pekan ke depan mampu memberi harapan. (ren)

img_title Jokowi Paparkan Komitmen Pengelolaan Hutan Lestari
Salah satu pangkalan militer AS

Belasan Basis Militer AS Bisa Lenyap Akibat Perubahan Iklim

Kenaikan permukaan laut diproyeksi tenggelamkan basis militer AS

img_title
VIVA.co.id
29 Juli 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut