Memperkuat Pertahanan di Natuna

Armada Kapal Perang Republik Indonesia
Sumber :
  • Pusat Penerangan TNI

"Saya tahu betul, saya pernah ke sana," katanya.

img_title Panglima Resmikan Satuan TNI Terintegrasi di Natuna

Meski anggaran pembangunan pangkalan militer di Natuna masih kurang mencukupi, komisinya berjanji akan mendorong pemenuhan pembangunan pangkalan militer di Natuna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pembangunan pangkalan militer di Natuna harus simultan antara Angkatan Darat, Laut dan Udara. AU harus punya skuadron udara memadai. AL harus punya dermaga yang baik. Saat ini baru Lanal nanti harus jadi pangkalan," tegasnya.

img_title Pangkalan Militer di Natuna Jaga Ketahanan Energi RI

Politikus Partai Nasdem itu mengatakan personel TNI di pangkalan militer Natuna harus tetap bersiaga. "TNI harus siap menjaga harga diri bangsa dan negara. Jangan sampai diinjak-injak. Kita tidak boleh takut sama China sekalipun," tuturnya.

Sedangkan, anggota Komisi I DPR Marinus Gea mendesak agar pemerintah lebih tegas terhadap klaim pemerintah Tiongkok tersebut karena telah mengklaim perairan yang masuk teritorial Indonesia.

img_title Begini Kecanggihan Sistem Pertahanan RI di Natuna

"Semua yang melanggar kedaulatan kita dan TNI harus tegas," kata Marinus Gea di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 24 Maret 2016.

Bahkan, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu meminta pemerintah agar menambah pasukan militer di perairan Natuna. Tujuannya agar pemerintah China bisa menyadari kesalahan bahwa nelayannya telah memasuki wilayah Indonesia.

"Saya pikur perlu tambahan, kalau bisa ada konsolidasi semua angkatan. Memberikan efek jera katakanlah armada laut China jera. Komisi I DPR kita minta TNI harus keras jangan hanya sekadar negosiasi," ujar dia.

Selain itu, ia pun mendukung langkah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang akan membawa persoalan tersebut ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Direktur Imparsial Al Araf mengatakan bahwa konflik Laut China Selatan dan klaim China atas wilayah laut tradisionalnya berdampak bagi Indonesia. Salah satunya adalah wilayah perairan Natuna diklaim sebagai wilayah perairan tradisional mereka.

"Dalam kondisi yang seperti itu, tentu pembangunan pangkalan militer di wilayah Natuna memiliki alasan yang berdasar. Karenanya rencana membangun kekuatan laut dan udara di sana menjadi sesuatu yang penting," kata Al Araf kepada VIVA.co.id, Kamis, 24 Maret 2016.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut