Tergusur Demi Wajah Asli Luar Batang

Pembongkaran bangunan di kawasan Pasar Ikan Luar Batang Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
 
img_title Korban Perahu Terbalik Luar Batang Ingin Hadiri Haul Habib
Selain menyediakan tempat tinggal, Pemprov DKI juga akan melengkapi lokasi relokasi warga dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti fasilitas transportasi dan sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
img_title Kunjungi Luar Batang, Wali Kota dari AS Ajak Warga 'Selfie'
"Nanti apabila ada anak anak sekolah akan kami fasilitasi untuk pindah ke lokasi yang baru. Selain itu, di rusun nantinya kami sediakan bus sekolah setiap harinya," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi, baru-baru ini.
 
img_title Diisukan Gusur Masjid, Ahok Doakan Pemfitnah Masuk Neraka
Khusus untuk transportasi, Pemprov DKI tak hanya akan menyiapkan bus sekolah gratis bagi warga rumah susun. Tapi menyiapkan bus-bus feeder atau fasilitas penyambung TransJakarta gratis khusus bagi penghuni.
 
Layanan feeder ini memanfaatkan armada Kopaja yang terintegrasi dengan TransJakarta. Layanan diberikan gratis bagi warga dengan menunjukkan KTP rusun. 
 
"Ini berguna sekali. Kami tahu transportasi kan agak susah kadang yang ke sini, akibatnya nanti penghuni malah beli motor, malah tambah banyak motor dan macet. Maka, kita sediakan bus TransJakarta ini gratis," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam acara peresmian feeder busway di rusun Marunda, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
 
Dengan adanya feeder Transjakarta gratis, penghuni rusun dinilai tidak lagi terbebani oleh sulitnya transportasi.
 
"Mereka, kalau susah transportasi kan repot harus bayar ojek lagi. Nanti, kalau sudah ada duit langsung kredit motor, itu buat bapaknya, buat istri atau anaknya belum. Kalau ada bus, uangnya kan bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya," katanya.
 
Selanjutnya... Mengembalikan Wujud Asli Luar Batang...
 
 
 
Mengembalikan Wujud Asli Luar Batang
 
Wajah Luar Batang
 
Foto: Kondisi Luar Batang usai digusur.
 
Penertiban kawasan Pasar Ikan, Luar Batang, bukan semata untuk membebaskan lahan milik pemerintah yang telah lama dikuasai warga secara ilegal. Tetapi, menurut Kepala Museum Bahari, Husnizon Nizar, penertiban dilakukan juga untuk mengembalikan wujud asli kawasan itu ke bentuk awal seperti zaman Belanda dahulu.
 
Husnizon mengatakan, pada 1920, kawasan Pasar Ikan merupakan sebuah pasar khusus penjualan ikan. Bangunan pasar asli berbentuk heksagonal, atau memiliki enam sisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
"Pasar Ikan itu sebenarnya bangunan cagar budaya dari zaman Belanda yang dibangun tahun 1920. Bangunan itu dilindungi, tetapi sekarang ditempati masyarakat dijadikan tempat tinggal," kata Husnizon.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut