Mobil Esemka Diproduksi Massal
- VIVA.co.id/Fajar Shodiq
Dia optimistis mobil ini bakal menjadi salah satu manifestasi keberhasilan anak bangsa menciptakan kendaraan roda empat yang mampu diproduksi secara massal.Â
"Kami sudah mantapkan visi dan misi yang jelas. Jadi kita bukan sekadar perusahaan yang ada, tapi kita mau (jadi) perusahaan yang eksis, mampu bersaing dan dapat memberikan nilai tambah untuk kita," tambah Hosea.
Sayangnya ketika ditanya lebih jauh mengenai tanggal peluncuran mobil tersebut, Hosea enggan mengungkapkannya lebih jauh. Dirinya hanya menegaskan, mobil yang akan diluncurkan tersebut berada di segmen mobil komersial.
Baca juga:
Produk prematur Â
Mesikipun belum secara jor-joran membuka ke publik mengenai peta jalan (Road Map) produksi massal Esemka, produksi mobil anak bangsa ini dinilai terlalu terburu-buru. Terlebih lagi Indonesia sudah punya pengalaman buruk dalam memproduksi mobil nasional.Â
"Saya kaget saja persiapannya (Produksi massal Esemka) seperti apa ini, ini pabrik mobil atau sekadar perakitan," ujar Pengamat Otomotif Bebih Juwana kepada VIVA.co.id, Jumat 6 Mei 2016.Â
Menurut dia, harus dipertegas lagi roadmap Esemka apakah ini merupakan proyek swasta atau resmi proyek pemerintah. Agar segala upaya yang sudah dilakukan saat ini tidak sia-sia, terlebih lagi jika pabrik tersebut sudah terlanjur dibangun.Â
Proses pengembangan Esemka menurutnya pun terlalu cepat, sejak pertama diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo sekitar empat tahun lalu. Diperkirakan belum melalui penelitian dan pengkajian produk baru yang bisa dijual secara komersil.Â
Baca juga:
"Kalau kita preteli mobil itu bagiannya kan bisa 20 ribu komponen lebih. Produsen besar saja kalau mau bikin tipe baru butuh empat-lima tahun pengkajian itu yang cepat, dulu hingga tujuh tahun," tambahnya.Â
Selain tetap menggandeng PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Hosea Sanjaya mengatakan, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan perusahaan otomotif asal Malaysia, Proton. Kerjasama yang dilakukan ditegaskan hanya terkait research and development (R&D) Esemka.Â
Menurut Bebin, produsen Esemka harus berkomitmen penuh dengan tujuan kerjasama ini, jangan sampai merekan Malaysia tersebut punya kepentingan lain, mengingat besarnya pasar di Indonesia. Apalagi Proton dari segi bahan baku belum mandiri.Â