Menanti Seriusnya DPR Terbitkan Hukuman Berat Bagi Pemerkosa
- Reuters
VIVA.co.id – Api simpati masyarakat #NyalauntukYuyun masih berkobar kuat. Siswi SMP Negeri 5 Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu ini ditemukan tewas, setelah diperkosa 14 pemuda, pada 2 April 2016 lalu.Â
Tak hanya simpati, kepolisian pun bertindak cepat dan berhasil menangkap 12 tersangka pelaku pemerkosa dan pembunuh Yuyun. Dari pemeriksaan polisi, dua pelaku FE (18) dan SP (16), diketahui sebagai kakak kelas Yuyun. Sedangkan 10 lainnya, DE (19), TO (19), DA (17), SU (19), BO (20), FA (19), AL (17), SU (18), ZA (23), dan ER (16), merupakan pemuda pengangguran.
Sementara dua tersangka pelaku lainnya masih buron.
Saat mata masyarakat tertuju ke Bengkulu untuk mengetahui kelanjutan proses penyidikan kasus Yuyun, ternyata di Sulawesi Utara ada kasus yang mirip. Seorang perempuan berusia 19 tahun berinisial V, diperkosa secara bergiliran oleh 19 pemuda. Bahkan, dua orang diantaranya diduga sebagai oknum polisi.
Mirisnya lagi, kasus dugaan pemerkosaan ini sudah dilaporkan ke polisi sejak Januari 2016 lalu. Itu berarti sudah hampir lima bulan berjalan, kepolisian belum bisa mengungkap kasus ini.
"Menurut kami, prosesnya masih jalan di tempat," ujar Rina, ibu korban, di Manado, Minggu 8 Mei 2016.
Sambil bercucuran air mata, Rina mengisahkan kembali urutan peristiwa dugaan pemerkosaan itu, berdasarkan pengakuan anaknya.
Bermula ketika anaknya diajak dua orang perempuan tetangga mereka pergi ke Bolang Itang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara Januari 2016 lalu.
Menurut Rina, sesampainya di Bolaang Mongondow Utara, V dicekoki narkoba oleh dua tetangganya itu. Kemudian, korban dibawa ke sebuah penginapan di daerah Bolang Itan.
Di tempat itulah, dalam posisi mabuk korban dipaksa membuka bajunya dan dipaksa melakukan hubungan seksual di luar kehendaknya.Â
"Di dalam kamar penginapan dia dirudapaksa sekitar 15 pria secara bergantian. Anak saya sempat minta tolong keluar penginapan, tapi karena sudah mabuk dia balik ke kamar. Setiap kali tersadar, dia mengaku selalu dalam keadaan tanpa busana dan sejumlah pria yang bergilir merudapaksanya," tutur Rina sambil menangis.
Tak selesai di situ. Usai diperdaya di Bolang Itan, korban kemudian dibawa ke Provinsi Gorontalo. Namun, perlakuan keji juga dialami korban di tempat barunya itu.