Sisi Kelam Penjualan Mobil Bekas
- VIVA.co.id/Yasin Fadilah
Biasanya, mobil-mobil bekas kecelakaan ini ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di tempat penampungan, terutama oleh mereka yang tidak memiliki asuransi kendaraan.
Nah, mobil-mobil ini rupanya menarik minat beberapa orang untuk dibeli. Oleh mereka, kondisi mobil ‘disulap’ jadi utuh kembali dan kemudian dijual.
"Biasanya setelah tabrakan, orang malas benerin lagi. Jadi, kami ambil dan kami bangun lagi," menurut salah satu karyawan bengkel spesialis mobil-mobil bekas tabrakan yang tidak mau disebutkan namanya, saat ditemui di bengkelnya yang ada di Jakarta.
Dia mencontohkan, harga pasaran Daihatsu Terios tahun 2012 Â Rp125 juta, maka harga Terios rekondisi tahun tersebut dipasarkan Rp115 juta.
Jika berhasil terjual, maka mereka akan mendapatkan keuntungan yang lumayan. Hal itu disebabkan mereka membeli mobil dengan harga sangat murah, yakni sekitar Rp50-55 juta.
Setelah diperbaiki, mobil kemudian dijual kembali ke konsumen mobil bekas, tentunya tanpa informasi terkait kondisi mobil sebelumnya.
Tidak hanya di Jakarta, mobil-mobil ini juga dipasarkan ke daerah-daerah lain, dengan target konsumen yang tidak mengerti apa-apa soal mobil.
Praktik bisnis seperti ini bukannya tanpa risiko. Selain harus berpindah tempat sebanyak empat kali karena berbagai faktor, tidak jarang mereka yang memperbaiki mobil dihantui oleh pemilik mobil yang mengalami insiden tabrakan.
"Ya pernah, bahkan sering. Waktu itu karyawan yang lain juga pernah diganggu sama orang yang meninggal di mobil pas kecelakaan," ujarnya.
Pria bertubuh bongsor tersebut menyebutkan, selama 18 tahun menjual mobil bekas tabrakan biasanya yang menghantui para penjual adalah orang yang meninggal di mobil tersebut.
Membeli mobil bekas tabrakan tentu saja menimbulkan kerugian yang cukup besar pada konsumen. Meski dikembalikan ke kondisi semula, namun kekuatan rangka maupun komponen lainnya jelas berkurang banyak.
Belum lagi masalah pada mesin dan komponen lainnya yang seharusnya diganti, namun tidak dilakukan, yang bisa saja berujung pada maut. Dan bukan tidak mungkin, mobil tersebut akan kembali lagi dibeli oleh para pedagang mobil bekas tabrakan.