Pemerintah Ikat Kencang Anggaran
- Pixabay/stevepb
Produsen rokok diproyeksi akan berbondong-bondong membeli cukai karena tarifnya akan dinaikkan tahun depan. Hal ini merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan pemerintah.
"Targetnya memang diusulkan naik, tetapi tarifnya tetap. Kami harap ada lonjakan pembelian pita cukai di akhir tahun supaya target tercapai, walaupun saat ini volume produksi turun 0,6 – 0,8 persen year-on-year." ujarnya beberapa waktu lalu.
Harus realistis
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan mempertanyakan target penerimaan negara yang di patok pemerintah Jokowi saat ini. Berkaca dengan kondisi ekonomi saat ini, target tersebut dirasa kurang realistis.
Dia menjabarkan setidaknya ada beberapa hal yang mendasari pandangan tersebut. Salah satunya adalah perbandingan antara defisit anggaran dan cadangan devisa yang dimiliki pemerintah.
Menurutnya, kedua hal tersebut harus seimbang sehingga ketahanan fiskal bisa lebih kuat merespon kondisi ekonomi baik domestik maupun internasional.
Kedua menurut dia, Belanja pemerintah harus dipastikan digunakan untuk membangun infrastruktur yang dapat mendorong sektor ril. Sehingga ekonomi domestik bisa lebih bergeliat.
"Kondisi saat ini semakin tertekan," ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Josua Pardede, ketika berbincang dengan VIVA.co.id. Menurutnya, meskipun postur APBN di era Jokowi lebih fleksibel dibanding pemerintahan presiden sebelumnya, pemerintah tidak memiliki banyak amunisi dari penerimaan untuk menggenjot ekonomi.
Target yang lebih realistis lebih penting dilakukan, agar kesinambungan fiskal tetap terjaga dan pasar terus mempercayai langkah Pemerintah dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Kepala Ekonom PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menambahkan, upaya pemerintah untuk menjaga defisit perlu dilakukan, dan upaya untuk memfokuskan belanja kepada hal yang lebih prioritas harus bisa dilakukan dalam revisi APBN 2016 ini.
“Langkah Money Follows Program yang akan diterapkan, tentu bisa memberikan efek yang positif di tengah terbatasnya anggaran,” ujarnya, saat dihubungi VIVA.co.id.