Geliat Pemudik Jelang Lebaran
- VIVA.co.id/Danar Dono
Khusus untuk antisipasi kendaraan di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), diperlukan manajemen rekayasa lalu lintas di pintu masuk maupun keluar pintu tol Pejagan, Brebes Timur, dan Brebes Barat. Caranya, antara lain dengan menyiapkan konsep pengalihan arus pada jalan alternatif untuk membagi beban lalu lintas.
Tak hanya itu, transaksi di pintu tol Cikopo arah jalan tol Palimanan juga ditiadakan. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan tempat peristirahatan di jalan tol pun akan dibuka tutup apabila terjadi kepadatan pemudik.
Selanjutnya…Antisipasi Pemudik…
Antisipasi pemudik
Sementara itu, bagi pemudik, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan lebih dulu sebelum melakukan perjalanan. Di antaranya, tidak membiarkan lampu rumah menyala terus menerus saat ditinggal mudik.
Sebab, hal itu dapat menjadi pertanda rumah tengah kosong. Situasi tersebut, dikhawatirkan dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.
Ciri lainnya yang terkadang juga bisa memancing pencuri adalah kebiasaan menggembok pagar rumah dari depan. “Jangan dikunci dari luar pagar, itu menandakan penghuninya sedang pergi,” ujar Kapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Harry Kurniawan, Rabu 29 Juni 2016.
Adapun ketika di perjalanan, para pemudik mesti waspada terhadap kondisi jalan, , hingga lokasi rawan bencana, seperti banjir dan longsor.
Di Jalan lintas utama penghubung antara Kota Pagar Alam Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu, misalnya. Jalan di sana ambles dan nyaris membuat jalur terputus. Jalan ambles yang terdapat di Dusun Muara Tenang, Kelurahan Perahu Dipo, Kota Pagar Alam ini menimbulkan kemacetan panjang.
Jalur berbukit Jember-Banyuwangi, yakni di Gunung Kumitir, juga mesti diwaspadai. Kondisi jalan di jalur ini menanjak dan berkelok-kelok, serta badan jalannya sempit.
"Yang patut diwaspadai sampai saat ini di Gunung Kumitir, perbatasan antara Jember-Banyuwangi. Karena, di situ masih sering longsor," kata Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji.
Laporan Wahyu Kurniawan, Irwansyah (asp)