Potensi Perpecahan Pimpinan Pemprov DKI Jelang Pilkada
- VIVAnews/ Muhamad Solihin
Pendapat serupa dikemukakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Dia pun tak ambil pusing dengan rencana Saefullah yang akan maju Pilkada DKI. Banyaknya bakal calon yang ingin memimpin DKI Jakarta dinilai malah akan memberikan warna tersendiri. Di lain sisi, masyarakat juga memiliki lebih banyak pilihan calon. "Ya bagus. Bagus saja lah, itu kan haknya dia," katanya di Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2016.
Persaingan akan semakin ramai dalam internal Pemprov DKI, jika Djarot juga benar-benar mencalonkan diri dalam Pilkada DKI. Jika itu terjadi, para pemimpin Pemprov DKI pun akan bersaing memperebutkan kursi gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
Djarot disebut-sebut sebagai salah satu calon yang akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kabar yang berembus akhir-akhir ini, Djarot akan dipasangkan dengan Ahok. Sinyal ini antara lain muncul dari politikus PDIP Maruarar Sirait.
Ara, sapaan Maruarar, menilai kinerja Ahok dan Djarot sudah terlihat nyata dalam menata kota Jakarta. Dia mengisyaratkan jika keduanya bakal bisa serasi di Pilkada DKI Jakarta 2017. Meski PDIP belum menentukan siapa yang akan diusung dalam Pilkada mendatang, Ara mengungkapkan, jika ada kemungkinan Ahok tetap berpasangan dengan Djarot.
"Saya yakin jika waktunya tepat, Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) yang merupakan senior PDI perjuangan yang sangat matang akan memilih figur yang cocok, dengan mata hatinya, dengan bijak,” ujarnya, Minggu, 14 Agustus 2016.
Perlawanan Politik
Ahok curiga akan ada perlawanan politik dari Saefullah. Kecurigaannya semakin mengemuka saat ini, ketika Saefullah digadang-gadang turut maju memperebutkan kursi kepala daerah.
Insiden pada Jumat, 27 November 2015, dituding sebagai salah satu bentuk perlawanan politik tersebut. Ketika itu sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI calon lurah dan camat dimasukkan pada pelantikan pejabat di Balai Agung, Balai Kota DKI.
Kejadian itu dinilai sebagai tindakan menggalang massa PNS yang dianggap berseberangan dengan Ahok, namun berada satu kubu dengan Saefullah. "Kamu kira, Sekda enggak pasang orangnya (untuk menjadi) lurah dan camat?" ujar Ahok di Balai Kota DKI, Kamis 18 Agustus 2016.