Drama Filipina dan Ancaman untuk PBB
- REUTERS/Lean Daval
Namun baru sehari pernyataan Duterte menimbulkan kegemparan, Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay segera menyampaikan sikap sebaliknya. Dihadapan wartawan, ia menegaskan bahwa Filipina tidak akan keluar dari PBB.
"Pernyataan Duterte merupakan sebuah pernyataan yang mengungkap frustrasi dan kekecewaan mendalam," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Senin, 22 Agustus 2016. "Kami akan tetap berkomitmen dengan PBB, meskipun banyak kekecewaan kami terhadap lembaga internasional ini," ujar Yasay menambahkan.
Pernyataan Yasay seperti mementahkan ancaman Duterte. Namun melihat gaya Duterte yang eksentrik, urakan, dan tak peduli, bukan tak mungkin ia akan melakukan apa yang ia ucapkan. Sama seperti ketika ia mengatakan akan mengambil tindakan tegas pada para pengedar narkoba, dan kemudian memenuhi janjinya dengan membunuh secara brutal pada mereka yang diduga memiliki jaringan narkoba, kemarin Duterte juga sempat menyampaikan ucapan marahnya pada PBB.
"Saya tak ingin menghina Anda. Anda tahu, PBB, jika Anda bisa menyampaikan satu hal buruk tentang saya, maka saya bisa memberikan 10 tentang anda," ujarnya.
Jadi, dunia bisa menunggu. Drama apa yang akan segera ditampilkan PBB dan Duterte. Mungkinkah saling ancam akan terus berlanjut, atau pernyataan Perfecto Yasay menjadi penutup? Mari menunggu.