Tabung Gas Elpiji Meledak, Akibat Ulah Pengoplos?
- Antara/Fanny Octavianus
VIVA.co.id – Pada Minggu, malam sebelum hari Idul Adha, 11 September 2016, ledakan tabung gas elpiji kembali terjadi. Kali ini, sebuah rumah toko (ruko) yang diketahui sebagai tempat penampungan elpiji di Makassar, hancur akibat ledakan. Insiden tersebut juga mengakibatkan empat orang dalam kondisi kritis.
Yusuf (22), Poli (22), Markus (22) dan Trisno kini terbaring dengan kondisi kritis di ICU Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Sulawesi Selatan. Keempatnya menjadi korban ledakan tabung gas di ruko yang terletak di Jalan Harimau Makassar. Akibat ledakan yang intensitasnya cukup kuat, dinding ruko disebutkan hancur bahkan menyebabkan beberapa rumah di sekitarnya ikut rusak.
Pascaledakan, polisi langsung memulai penyelidikan dan menyegel lokasi kejadian dengan garis polisi. Hingga pagi tadi, warga yang merasa terkejut dan ingin tahu sempat berkumpul di sekitar lokasi kejadian menyaksikan bangunan rusak parah dan hancur akibat ledakan tabung gas.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Anton Charliyan membenarkan bahwa sumber ledakan memang berasal dari ruko penampung gas elpiji. Namun hingga saat ini, Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan atas ledakan yang menghancurkan ruko dan sejumlah rumah tersebut.
"Dugaan sementara karena gas elpiji, kami masih akan lakukan penyelidikan," kata Anton saat mendatangi tempat kejadian.
Kepolisian mulai menelisik izin penjualan pemilik ruko penampung gas elpiji. Dia tak menampik adanya dugaan gas elpiji oplosan yang memang berpotensi meledak karena kemasan yang tak layak. Namun kesimpulan itu harus melalui penyelidikan terlebih dahulu.
“Kami akan menyelidiki apakah tabung gas yang meledak itu adalah oplosan atau bukan,” kata dia lagi.
Ledakan yang terjadi di Makassar pada Minggu malam termasuk insiden yang sangat serius. Pasalnya, korban yang kini dirawat diketahui mengalami luka bakar yang parah karena mereka berada di ruko yang menampung tabung gas itu. Kepolisian sebagaimana disampaikan Kapolda sedang melakukan penyelidikan forensik di lokasi. Selain itu sejumlah saksi juga diperiksa, termasuk pemilik ruko dan orang-orang yang menjadi saksi terjadinya ledakan di Makassar tersebut.