Pamor Sedan Turun, Siapa yang Untung?

Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016
Sumber :
  • VIVA.co.id/M. Ali. Wafa

Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, pasar sedan saat ini hanya sebanyak dua persen dari total market mobil di Indonesia.

img_title Industri Kendaraan Komersial Diharapkan Bisa Bersaing di Kancah Global

Jika pajak sedan turun, diharapkan pasar sedan naik menjadi 20 persen. “Tapi, itu tentu bertahap, di tahun pertama dan berikutnya,” kata Jongkie beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Gaikindo masih melakukan kajian soal penurunan tarif tersebut. Kajian ini diperlukan untuk menentukan, apakah penurunan pajak sedan layak atau tidak.

img_title Topang Sektor Otomotif, Material Center Pasok Kebutuhan IKM Logam

"Studinya lagi berjalan. Ada permintaan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kalau itu diterapkan, dampak positif dan negatifnya seperti apa. Ini sedang kita kerjakan," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi kepada VIVA.co.id.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Yan Sibarang mengungkapkan, pemerintah akan mendalami usulan penurunan tarif pajak mobil sedan, bila diajukan secara resmi oleh Gaikindo.

img_title Daftar Warna Mobil Sesuai Shio untuk Buang Sial

"Kita tunggu saja. Kalau ada (permintaan resmi), akan kita kaji, karena ini kan menyangkut kebijakan," kata Yan saat dihubungi VIVA.co.id.

Menurutnya, Gaikindo harus memastikan dampak dari kebijakan penurunan tarif pajak mobil sedan ke depannya. Sebab, hal tersebut akan memengaruhi pemasukan negara.

"Kalau kita menurunkan pajak 30 menjadi 10 persen, pasti ada kehilangan yang dialami negara. Tapi, kita harus yakinkan, menghilangkan sekian malah mendatangkan yang lebih besar," ungkapnya.

Selanjutnya...pajak turun, ekspor mobil naik

Penurunan pajak sedan, dikatakan Jongkie, tidak hanya berdampak pada penjualan di Indonesia saja, namun juga pemasukan dari investasi asing dan ekspor.

Ia meyakini, jika pemerintah menurunkan pajak sedan, hal itu akan menarik investor untuk berinvestasi, sehingga bisa menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Yang pasti, dengan itu (penurunan tarif pajak), kita punya kesempatan ekspor yang lebih besar. Buat apa kenakan tarif 30 persen, tapi penjualannya sedikit,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, pabrikan mobil di Tanah Air saat ini hanya bisa menawarkan ekspor MPV, karena Indonesia telah menjadi basis untuk produksi model tersebut.

"Sedangkan dunia, pasarnya masih sedan dan SUV. Jadi, sekarang ini kita hanya jago kandang, karena MPV laku keras di domestik saja," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut