Menakar Potensi Menang Trump dan Hillary Setelah Debat
- REUTERS/Mike Blake
VIVA.co.id – Pemilihan Presiden Amerika Serikat akan memasuki babak akhir. Kamis pagi, 20 Oktober 2016 WIB, atau Rabu malam waktu setempat, kedua kandidat kembali berada dalam satu panggung debat.
Usai acara, kandidat dari Partai Demokrat Hillary Clinton tersenyum lebar memamerkan barisan gigi putihnya. Sementara kandidat dari Partai Republik, Donald Trump, langsung menemui keluarganya. Namun, tak ada senyum lebar terkembang di wajah Trump, begitu juga pada anak dan istrinya.
Hillary boleh bertepuk dada. Usai debat kandidat terakhir, nyaris semua media massa di AS memberitakan kenaikan elektabilitas yang signifikan atas istri mantan Presiden Bill Clinton tersebut. Tercatat New York Times memberi skor 46 persen untuk Hillary dan 40 persen untuk Trump.
CNN malah memberi angka yang sangat tinggi, 53 persen untuk Clinton dan 39 persen untuk Trump. Sedangkan versi Financial Times, Clinton meraup 45,3 persen dan Trump hanya 39 persen, sedangkan di CBC News, Clinton mendapat 48,3 persen, sedangkan Trump hanya 41,4 persen. Sementara BBC, media yang berbasis di Inggris ini juga ikut menyampaikan paparannya dengan 47 persen untuk Clinton dan 43 persen untuk Trump. Deretan angka tersebut seperti menunjukkan, Hillary sudah jauh mengungguli Trump.
Pemilihan Presiden AS akan dilaksanakan dua pekan lagi. Namun suasana panas terus terasa. Pada debat kandidat pertama, perolehan suara antara Clinton dan Trump masih berimbang. Kedua kandidat hanya saling susul dengan selisih tiga poin. Namun masuk debat kandidat kedua, posisi Trump mulai goyah. Saat itu, hanya dua hari menjelang Debat Kandidat Kedua, Washington Post menayangkan video acara Access Hollywood yang direkam tahun 2005. Di acara tersebut Trump menjadi bintang tamu, sedangkan presenternya adalah Billy Bush, keponakan mantan Presiden AS George W. Bush, yang saat itu menjadi wartawan infotainment.
Di acara itu, Trump mengeluarkan ucapan tak senonoh. Kepada Billy, Trump mengatakan, ia bisa melakukan apa saja pada perempuan, karena ia adalah orang terkenal. "Bahkan jika anda ingin meraba bagian sensitifnya, itu bisa dilakukan, jika anda adalah orang terkenal," ujar Trump, dalam video tersebut. Beberapa jam setelah video beredar luas, Trump meminta maaf. Namun itu tak mengubah apapun. Sejumlah petinggi Partai Republik marah dan mengecamnya.