Vaksin Beredar, Indonesia Bebas Demam Berdarah?
- REUTERS/Mike Segar
Diketahui, vaksin dengue telah mulai dikembangkan sejak era 1940-an dan baru mengalami perkembangan pesat pada satu dekade terakhir. Pengembangan ini telah mendatangkan beberapa penemuan menjanjikan yang diharapkan dapat mengurangi kasus DBD, terutama di negara-negara endemi, seperti Indonesia.
Umumnya sebuah vaksin baru dapat resmi digunakan setelah bertahun-tahun melalui empat tahap: satu tahap praklinis dan tiga tahap uji klinis untuk membuktikan keefektifan dan keamanannya.
Tantangan yang dihadapi adalah karena DBD dapat disebabkan oleh empat jenis virus berbeda (DEN1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4), maka diperlukan vaksin yang dapat secara efektif mencegah infeksi keempat tipe tersebut, atau disebut vaksin tetravalen.
Sejauh ini WHO mencatat sebuah vaksin tetravalen produksi Sanofi-Pasteur yang layak untuk menjalani tahap uji klinis ketiga atau terakhir. Ini berarti bahwa vaksin tersebut telah terbukti dapat membangkitkan kekebalan yang melindungi tubuh dari virus dengue dengan efek samping minimal.