Mencari Pemicu Ledakan Dahsyat Bekasi
- VIVA.co.id/Herdi M
VIVA.co.id – Sebuah ledakan dahsyat terjadi di sebuah restoran cepat saji, Pizza Hut Delivery (PHD), di wilayah Jatiwarna, Bekasi, Minggu 23 Oktober 2016, sekitar pukul 06.30 WIB. Ledakan tersebut, meluluhlantakan gedung PHD yang berada di Jalan Raya Hankam, nomor 37, RT 04 RW 05, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.
Saat ledakan terjadi, gerai PHD belum buka dan belum ada karyawan yang bertugas. Meski tidak ada korban jiwa, ledakan tersebut sangat dahsyat, hingga menyebabkan bangunan tiga lantai PHD rata dengan tanah.
Bahkan, sejumlah bangunan dan kendaraan yang berada dalam radius 20 meter di lokasi kejadian, ikut rusak akibat kuatnya dampak ledakan. Sebagian bangunan Alfamidi, yang berlokasi di samping PHD, hancur dan atap tiga rumah di sekitarnya runtuh, serta satu unit mobil yang parkir di depan Alfamidi milik pengunjung, rusak terkena reruntuhan atap bangunan.
Kepolisian melaporkan, sebanyak enam karyawan Alfamidi mengalami luka ringan, saat berada di dalam gedung Alfamidi, akibat terkena reruntuhan atap, dan dua warga lainnya juga mengalami luka ringan. Dahsyatnya ledakan pun menyebabkan panik warga setempat.
Pihak Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ledakan yang diduga berasal dari tabung elpiji 50 kilogram (kg). “Dugaan awal ledakan, berasal dari tabung gas ukuran 50 kg dari dalam PHD,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Awi Setiyono.
Untuk mengantisipasi terjadi ledakan susulan, aparat Kepolisian memprioritaskan untuk mengevakuasi tabung elpiji lain yang berada ada di sekitar lokasi.
"Elpiji 50 kg yang meledak satu, tetapi di lokasi masih ada beberapa," ujar Kapolres Kota Bekasi, Kombes Pol. Umar S. Fana, di lokasi, Minggu 23 Oktober 2016.
Untuk memindahkan tabung itu, Kepolisian meminta bantuan pihak PT Pertamina sebagai pihak yang memahami persoalan tabung gas. Selain itu, untuk mencegah korsleting arus listrik, Kepolisian juga menghadirkan petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Selain mematikan arus listrik, Kepolisian juga meminta alat berat dikerahkan untuk membersihkan puing-puing. Hal ini, lantaran banyaknya puing-puing bangunan yang menyulitkan proses identifikasi penyebab ledakan. Tak hanya itu, akses Jalan Raya Hankam di depan lokasi, juga ditutup sekitar 20 meter. “Mobil dialihkan memutar,” ucapnya.