Setop Sebar Teror, Bom Gereja Tak Terkait Agama

Aksi Solidaritas #KamiTidakTakut di Lokasi Ledakan Thamrin pada Januari 2016
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

"...Tidak ada kekerasan dalam beragama, dan tidak ada agama dalam kekerasan," tulis akun twitter resmi milik Said Aqil yang diunggahnya dua jam berselang terjadinya ledakan di Gereja Oikumene Samrinda.

img_title Ngeri, Video Aksi Gangster Lempar Bom Molotov ke Pemotor Viral di Medsos 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Sajam hingga Bom Molotov Diamankan Polisi saat Menangkap 10 Terduga Pelaku Tawuran

Cuitan ketua salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu pun menuai reaksi. Ratusan retweet mengalir dari apa yang menjadi perhatian Said Aqil. Meski begitu, uniknya dari puluhan respons atas imbauan Said, faktanya netizen yang membalas status itu, justru masih saja mengaitkannya dengan isu Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok yang sedang tersandung isu penodaan agama.

"Ya saya juga mengutuk itu, tapi akok menghina AlQuran mengatakan Alquran bohong ko diam seribu bahasa. Ada apa ini?" tulis akun bernama hamim janim @hamim_janim di linimassa Said Aqil Siroj.

img_title Demonstrasi Tolak RUU TNI Ricuh di Kota Malang, Diwarnai Lemparan Molotov

Entah apa yang mendasari netizen mengaitkan hal itu. Namun, inilah yang dituliskan netizen menanggapi apa yang menjadi sikap NU, sekaligus imbauan, agar apa yang terjadi di Gereja Oikumene tidak dikaitkan dengan isu keagamaan.

Teror bom Gereja Oikumene di Samarinda Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016)

FOTO: Tim Gegana Polda Kalimantan Timur menyisiri lokasi ledakan bom gereja di Samarinda, Minggu (13/11/2016)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Joko Widodo pun ikut berupaya menghindarkan publik untuk terjebak isu provokasi terkait keagamaan meluas. Dalam pernyataannya, Jokowi menyebut bahwa siapa pun pelaku bom haruslah diusut tuntas. "Dilakukan sebuah penegakan hukum yang tegas. Mengusut secara tuntas pelaku," kata Jokowi.

Tak terkecuali, Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia juga mengisyaratkan, agar publik berhati-hati terhadap isu provokasi di balik ledakan bom tersebut. Tito meminta, agar publik mempercayai penegak hukum untuk menelusurnya. "Tolong masyarakat tenang. Percayakan kepada penegak hukum," kata Tito.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut