Setop Sebar Teror, Bom Gereja Tak Terkait Agama
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
"...Tidak ada kekerasan dalam beragama, dan tidak ada agama dalam kekerasan," tulis akun twitter resmi milik Said Aqil yang diunggahnya dua jam berselang terjadinya ledakan di Gereja Oikumene Samrinda.
NU mengutuk keras peristiwa kekerasan oleh & atas nama apapun. Termasuk yang pagi ini menimpa saudara kita di Gereja Oikumene, Samarinda.
— Said Aqil Siroj (@saidaqil) 13 November 2016
Terlebih lagi atas nama agama, Laa ikraaha fiddin. Tidak ada kekerasan dalam bergama, dan tidak ada agama dalam kekerasan.
— Said Aqil Siroj (@saidaqil) 13 November 2016
Cuitan ketua salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu pun menuai reaksi. Ratusan retweet mengalir dari apa yang menjadi perhatian Said Aqil. Meski begitu, uniknya dari puluhan respons atas imbauan Said, faktanya netizen yang membalas status itu, justru masih saja mengaitkannya dengan isu Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok yang sedang tersandung isu penodaan agama.
"Ya saya juga mengutuk itu, tapi akok menghina AlQuran mengatakan Alquran bohong ko diam seribu bahasa. Ada apa ini?" tulis akun bernama hamim janim @hamim_janim di linimassa Said Aqil Siroj.
@indonesia_wong ya saya juga mengutuk itu, tapi akok menghina AlQuran mengatakan Alquran bohong ko diam seribu bahasa. Ada apa ini?
— hamim janim (@hamim_janim) 13 November 2016
@saidaqil perasaan kasus Ahok panjenengan gk scepat ini tanggapan nya yai
— Ridho al-bankawi (@Ridho_albankawi) 13 November 2016
Punten
Entah apa yang mendasari netizen mengaitkan hal itu. Namun, inilah yang dituliskan netizen menanggapi apa yang menjadi sikap NU, sekaligus imbauan, agar apa yang terjadi di Gereja Oikumene tidak dikaitkan dengan isu keagamaan.
![]()
FOTO: Tim Gegana Polda Kalimantan Timur menyisiri lokasi ledakan bom gereja di Samarinda, Minggu (13/11/2016)
Presiden Joko Widodo pun ikut berupaya menghindarkan publik untuk terjebak isu provokasi terkait keagamaan meluas. Dalam pernyataannya, Jokowi menyebut bahwa siapa pun pelaku bom haruslah diusut tuntas. "Dilakukan sebuah penegakan hukum yang tegas. Mengusut secara tuntas pelaku," kata Jokowi.
Tak terkecuali, Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia juga mengisyaratkan, agar publik berhati-hati terhadap isu provokasi di balik ledakan bom tersebut. Tito meminta, agar publik mempercayai penegak hukum untuk menelusurnya. "Tolong masyarakat tenang. Percayakan kepada penegak hukum," kata Tito.