Proses Panjang Wujudkan Kendaraan Rendah Emisi

Ilustrasi/Kemacetan lalu lintas
Sumber :
  • VIVA.co.id/M. Ali. Wafa

"Produsen mobil tentu akan senang dengan naiknya bahan bakar tersebut, supaya nantinya bisa ekspor lebih banyak lagi," ujarnya.

img_title Banyak Armada Masih Boros BBM, Sistem Monitoring Emisi Mulai Dilirik

Selanjutnya….kesiapan Pertamina

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari komentar para pelaku industri otomotif, terlihat jelas bahwa penerapan Euro 4 tergantung dari kebijakan pemerintah dan juga penyedia BBM, yakni PT Pertamina.

img_title Pemerintah Gencar Lakukan 6 Upaya Ini untuk Tekan Emisi Nasional

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengungkapkan, ia masih terus mendesak pemerintah untuk dapat memberikan bahan bakar yang layak.

"Bahan bakarnya bagaimana? Jangankan hibrida, standar untuk BBM saja masih belum jelas. Karena, banyak sekali bahan bakar yang dijual pemerintah belum masuk standar. Ini harus kita bereskan terlebih dulu," jelasnya.

img_title Tilang Emisi Kendaraan Diusulkan Pakai ETLE, Bagaimana Caranya?

Hal senada juga diungkapkan Putu. Menurutnya, persoalan yang dihadapi terkait sistem Euro4 saat ini terletak pada pemasok bahan bakar.

"Persoalannya bukan dengan produsen mobil. Persoalannya itu dengan pemasok bahan bakar, yaitu Pertamina. Pertamina sedang melakukan revitalisasi kilang-kilangnya," jelasnya.

Keluhan itu juga telah disampaikan Putu ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jusuf Kalla juga telah menyampaikan hal tersebut ke Pertamina.

"Kilang minyak untuk Euro 4 kalau bisa lebih dipercepat," ujar Kalla, saat berbincang dengan Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro.

Menurut Wianda, untuk menyelesaikan kilang minyak Euro 4, butuh banyak tahapan. "Tahap satu, kami akan bangun kilang minyak Euro 4 di Balikpapan, dan 2019 mendatang sudah selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk membuat satu kilang minyak, nilai investasinya mencapai US$5 miliar. Jika dirupiahkan, kira-kira Rp65 triliun. "Kami bekerja sama dengan Menteri ESDM dan Menteri Perindustrian," katanya.

Sayangnya, kehadiran Euro 4 bukannya tanpa cela. Wakil Direktur Utama, sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, harga jual BBM Euro 4 akan lebih mahal dari BBM yang dijual Pertamina saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harga pasti lebih mahal, tapi selisihnya tidak banyak,” ungkap Ahmad saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa 15 November 2016.

Amhad juga menjelaskan, Research Octane Number (RON) paling rendah untuk BBM berstandar Euro 4 adalah 91. Sehingga, nantinya akan akan perubahan spesifikasi pada BBM yang dijual di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut