Jurus Dua Jenderal Redam Aksi Inkonstitusi

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Sumber :

VIVA.co.id – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian benar-benar paling sibuk beberapa hari terakhir ini. Dua jenderal itu terus melakukan konsolidasi ke sejumlah elemen masyarakat, ormas Islam, tokoh agama, termasuk jajaran militer dan kepolisian di bawahnya.

img_title Kabar Duka! Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejak Sang Panglima Pertama dari AL

Konsolidasi itu mereka lakukan mewaspadai rencana aksi lanjutan usai aksi damai 4 November 2016 lalu. Panglima dan Kapolri mengantisipasi bergesernya tuntutan proses hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kepada makar penggulingan Presiden dan memecah belah persatuan bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau demo soal Pak Ahok (jadi) tersangka tidak apa-apa, (kalau) sudah bergeser kepada gulingkan RI 1 kita harus waspada. Kalau sudah memecah belah NKRI harus waspada, kalau sudah itu, maka membagi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Universitas Trisakti, Jakarta Barat, pada Jumat, 18 November 2016.

img_title Isi Surat KPK ke Panglima TNI soal Penanganan Kasus Korupsi BNPB

Di depan civitas akademika Trisakti, Jenderal Gatot mengajak semua elemen masyarakat khususnya mahasiswa untuk menjaga persatuan. Luasnya wilayah negara ini sangat membutuhkan kepedulian seluruh pemuda untuk menjaga keutuhan negara.

"Setiap orang Indonesia siapa pun dia, asal dari mana pun suku dia, pasti mengalir jiwa patriot dan kesatria. Dan mereka tidak akan takut dan ditakut-takuti," ujar dia.

img_title Pergantian Panglima TNI Masih Abu-Abu, Istana Tegaskan Surpres Belum Dikirim ke DPR

Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak kalah sibuknya. Pada Minggu, 20 November 2016, Tito terlihat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Jami Al Riyadh, Jalan Kembang, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Namun, Tito menampik kehadirannya ini terkait dengan situasi politik di lndonesia yang tengah menghangat.

"Saya beberapa kali ke sini, makanya ikut pengajian di sini," kata Tito di Kwitang, Minggu, 20 November 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan kehadiran Kapolri di Masjid Kwitang dalam rangka silarutahmi dengan Keluarga Besar Islamic Centre Indonesia. Boy menegaskan, silaturahmi antara ulama dan pemimpin merupakan hal penting yang harus dijaga sebagai aset bangsa.

"Terutama ulama yang merupakan mitra strategis kita, untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Karena kegiatan majelis zikir ini banyak diikuti dari luar daerah. Maka, merupakan bagian penting bagi kita hadir agar kita sama-sama," kata Boy saat mendampingi Kapolri Jenderal Tito di Masjid Kwitang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut