Resah gara-gara Antraks
- NIH
Pemerintah Kabupaten juga sedang menginvestigasi asal penyebaran antraks di Girimulyo, termasuk melacak asal sapi milik warga yang terjangkit bakteri Bacillus anthracis. Soalnya tidak pernah ditemukan kasus antraks di daerah itu selama ini.
Menurut data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, ada 18 ekor sapi yang terserang antraks sejak Desember 2016. Sebanyak 14 ekor sapi di antaranya mati sebelum Desember 2016 dan sisanya mati pada Januari 2017.
Dinas Kesehatan juga mengimbau warga setempat agar segera memeriksakan kesehatannya ke puskesmas terdekat jika, misal, mengalami demam, flu, atau gatal-gatal. Warga diminta tak menganggap remeh penyakit semacam itu karena diharapkan secepatnya mendapatkan perawatan medis jika terindikasi terjangkit antraks. Penanganan yang cepat dapat mencegah risiko yang lebih buruk, yaitu kematian.
Diklaim sudah aman
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan kasus antraks di Kulon Progo itu akibat sapi sakit. Namun sapi-sapi yang terjangkit bakteri antraks itu telah dimusnahkan. "(sapi-sapi itu) sudah dimusnahkan, bukan akan, tapi sudah," katanya di sela kunjungannya di Semarang pada Senin, 23 Januari 2017.
Tim khusus Kementerian Pertanian, kata Menteri, sejak beberapa hari lalu sudah turun tangan. Tim dikerahkan khusus di dua lokasi yang dicurigai terdapat sapi terjangkit antraks. Lokasi itu kini masih disiagakan Posko Penanganan Antraks.
Menteri memastikan telah melakukan upaya isolasi agar bakteri antraks tidak menyebar. Isolasi pun dilakukan dengan pemusnahan sapi-sapi yang ditengarai diserang penyakit.
Menurutnya, kasus yang sama pernah ditemukan juga di Kalimantan beberapa tahun lalu. Namun tak berlangsung lama hingga mewabah karena tim Kementerian Pertanian langsung menanganinya.
Amran mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan penyebaran penyakit itu. Soalnya dua daerah yang kini diisolasi telah dinyatakan aman. Masyarakat juga diminta tak risau untuk mengonsumsi daging karena daging sapi yang diolah dengan suhu tertentu dipastikan bebas bakteri antraks.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada jika ada temuan penyakit yang sama. "Pada intinya kita mewaspadai, mengantisipasi sejak dini, karena langkah paling bagus adalah upaya preventif dan kuratif," katanya.