Pemilih Ganda, Antara Hoax dan Modus Berulang
- VIVA.co.id/Moh. Nadlir
"Janganlah, kita menyakiti hati rakyat yang benar-benar ingin menjalankan demokrasi dengan adil dengan baik. Ini adalah pelajaran yang buruk sekali untuk kita semua kalau dibiarkan terjadi," kata Agus, saat ditemui di Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur, Minggu 5 Februari 2017.
Lain halnya, Anies Baswedan, calon Gubernur nomor urut 3 itu justru khawatir dengan jumlah pemilih yang hanya menggunakan surat keterangan. Kendati, ia juga tetap meminta kasus KTP ganda diusut tuntas, namun yang harus direspons KPU dan Kemendagri untuk dituntaskan adalah masalah pemilih dengan surat keterangan.
"Kekhawatiran kita bukan soal manipulasi digital foto dan lain lain. Pikiran kita itu juga pada 187 ribu orang yang menggunakan surat keterangan, dan itu jadi perhatian kita juga, karena proses verifikasi tidak lewat RT/RW," kata Anies di Lebak bulus, Jakarta Selatan, Minggu 5 Februari 2017.
Menurut Anies, proses verifikasi seharusnya dilakukan bertahap mulai dari tingkat rusun hingga kelurahan. Sedangkan mereka yang memiliki surat keterangan pemilih langsung ke level kelurahan dan RT/RW belum tentu tahu.
"Jadi, yang KTP ganda kita bisa cek mudah dengan data yang ada di tiap kelurahan. Tapi yang susah kan, yang surat keterangan ini," tambahnya.
Anies berharap, para pendukung dan juga instansi terkait untuk segera menuntaskan persoalan ini. Agar, pelaksanaan Pilkada DKI 2017 dapat menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan. Karena, Pilkada Jakarta disaksikan bukan hanya warga Jakarta, tetapi seluruh masyarakat Indonesia. (asp)