Ramai-ramai Jegal Titah Trump
- REUTERS/David Becker/Files
"Merupakan sebuah kesalahan ketika kita mengaitkan isu radikalisme atau pun terorisme dengan agama tertentu. Upaya untuk memerangi terorisme harus dilakukan dengan memajukan kerja sama internasional dan mengatasi akar penyebab terorisme," katanya.
Ia pun mengkhawatirkan bahwa kebijakan Trump ini akan berdampak negatif dalam memerangi aksi teror secara global dan dalam menanggulangi masalah pengungsi.
Adapun puluhan perusahaan di AS telah ikut masuk ke garis depan dalam pertempuran politik antara pendukung dan pengkritik Presiden Donald Trump melalui serangkaian persaingan, serta boikot.
Melansir situs Business Insider, puluhan perusahaan yang menjadi pengkritik Trump mendorong para pelanggan berhenti belanja di toko-toko yang menjual barang merek keluarga Trump. Termasuk, sejumlah produk pakaian dan aksesoris wanita milik Ivanka Trump.
I have instructed Homeland Security to check people coming into our country VERY CAREFULLY. The courts are making the job very difficult!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) February 5, 2017
Boikot perusahaan besar
Gerakan boikot Anti-Trump, mulai diluncurkan oleh Shannon Coulter di dalam akun media sosialnya dengan hastag #GrabYourWallet.
Uber
Chief Executive Officer (CEO) Uber Travis Kalanick mengundurkan diri dari dewan penasihat ekonomi Presiden Trump pada Kamis lalu. Dia membuat keputusan tersebut, karena dituduh mendapatkan keuntungan dari protes di kalangan sopir taksi terhadap perintah eksekutif Trump terhadap kebijakan imigrasi.
Nordstrom
Nordstrom pada Kamis pekan lalu, menyatakan bahwa mereka memutuskan untuk berhenti membawa merek Ivanka Trump, karena mengalami penurunan penjualan.
"Setiap tahun, kami memotong sekitar 10 persen (dari merek Trump) dan menyegarkan bermacam-macam merek lain dengan jumlah yang sama. Dalam hal ini, berdasarkan kinerja merek, kami telah putuskan untuk tidak membelinya untuk musim ini," kata seorang perwakilan Nordstrom.
Nordstrom menjadi salah satu target utama dari boikot anti-Trump, setelah surat terbuka pelanggan toko itu beredar pada Oktober 2016. Surat tersebut menyebut merek Ivanka Trump "beracun" dan menuntut Nordstrom berhenti untuk menjualnya.
Macy
Macy berhenti menjual produk pakaian pria bermerek Trump, meliputi jas, dasi, dan aksesori. CEO Macy Terrry Lundgren mengatakan, setelah Trump jadi Presiden AS, perusahaannya dipastikan terus berdiri di belakang keputusannya tersebut