Babak Baru Pembunuhan Kim Jong-nam
- Kyodo/via REUTERS
Ia melanjutkan, Jong-nam tidak menderita serangan jantung dan tidak memiliki luka tusukan oleh jarum yang meninggalkan bekas. "Saya tidak menampik bahwa racun adalah penyebab potensial kematiannya. Tapi, kami harus mengonfirmasi dari laporan hasil laboratorium sebelum mempublikasikan," ungkapnya.
Noor Hisham menambahkan bahwa spesimen medis telah dikirim ke ahli untuk analisis lebih lanjut. Sementara itu, Direktur Pusat Racun Nasional Malaysia, Rahmat Awang, mengaku belum menerima sampel apa pun dari Kementerian Kesehatan.
Meski begitu, ia sebenarnya berharap akan menerima spesimen tersebut dua hari lalu. Rahmat mengatakan, kasus ini berkategori profil tinggi, di mana kemungkinan besar spesimen akan dikirim ke fasilitas laboratorium di luar negeri untuk mencari penyebab kematian dan jenis racunnya.
"Laboratorium kami hanya bisa 'membaca dan melihat' jejak zat kimia biasa. Jika substansi yang terlibat bukan sesuatu yang sering kami lihat, kemungkinan besar, tidak bisa mendeteksinya," papar Rahmat.
Spesimen akan dikirim ke fasilitas laboratorium di Jepang atau FBI di AS. Rahmat menjelaskan, kedua laboratorium itu memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menemukan zat beracun yang tidak biasa.
"Mengidentifikasi racun tertentu adalah pekerjaan yang menantang. Apalagi racunnya bereaksi dalam hitungan menit, namun tidak menembus sel-sel lemak di dalam jaringan tubuh korban," tutur dia.
Jika toksin (racun) hanya memasuki aliran darah, itu bisa meninggalkan jejak di dalam tubuh sangat cepat. Apalagi, jika jenis racunnya sudah ditemukan, tinggal mencocokkan gejala yang dialami Jong-nam sebelum menemui ajalnya.
"Semakin unik racunnya, semakin sulit untuk menemukan jenisnya apa," kata Rahmat.