Memilih Pemangku Senyampang Ahok Cuti
- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
"Persyaratannya kan pejabat eselon I Kemendagri. Beliau (Sumarsono) kan eselon I. Ini kan putaran kedua, saya kira sangat logis untuk melaksanakan tugas sementara pak gubernur dan wakil gubernur cuti kampanye," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Yuswandi A Temenggung, di Jakarta, Senin, 6 Maret 2017.
Penunjukan Sumarsono sebagai Plt Gubernur DKI itu dilakukan setelah Kementerian Dalam Negeri menerima surat pengajuan cuti dari Ahok dan Djarot, Senin, 6 Maret 2017 siang. Pada hari yang sama, penyerahan Surat Keputusan Plt Gubernur DKI Jakarta diserahkan di Balai Kota DKI Jakarta. Sumarsono akan menggantikan Ahok sejak 7 Maret 2017 hingga 15 April 2017.
Ahok-Djarot akan cuti sekitar 40 hari. Ahok tak mempermasalahkan apabila KPU mewajibkannya cuti dalam pelaksanaan kampanye putaran kedua. "Saya ikutin saja," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat, 3 Maret 2017.
Sikap Ahok kali ini berbeda dengan ketika dia diminta cuti kampanye pada putaran pertama. Saat itu, dia merasa keberatan dengan aturan yang mewajibkan petahana untuk cuti kampanye. Ahok lantas mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi tentang Pasal 70 ayat 3 UU Nomor 10 Tahun 2016 tersebut. Namun, MK menolak permohonan uji materinya. Suami dari Veronica Tan ini akhirnya cuti.
Ketika itu, Tjahjo lantas menunjuk Sumarsono sebagai Plt Gubernur DKI. Sumarsono menggantikan Ahok selama sekitar 3,5 bulan, sejak akhir November 2016 hingga pertengahan Februari 2017.
"Kalau tahun lalu saya masalah karena membahas angggaran (RAPBD 2017). Kalau sekarang suruh saya kerja, saya hobi kerja kok. Mau cuti (Pilkada) juga oke saja cuti. Bebas aja," ujar Ahok.
Segendang sepenarian. Djarot pun menyatakan siap untuk cuti. Pihaknya akan mematuhi aturan yang telah ditentukan. “Kalau kami disuruh cuti ya kami cuti, itu saja,” ujarnya.
Namun, Djarot menitipkan sejumlah pesan untuk penggantinya itu. Di antaranya soal penanganan banjir. Sebab, pada Maret dan April diprakirakan akan terjadi cuaca ekstrem.
Sederet pekerjaan rumah (PR) lainnya juga menanti untuk diselesaikan Plt Gubernur DKI. Di antaranya pelayanan TransJakarta, persiapan Jakarta Fair, persiapan peresmian Masjid Raya Daan Mogot, proyek infrastruktur persiapan Asian Games.
“Banyak banget. Tadi dibicarakan sampai sehari dibicarakan enggak tuntas tuh," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta, Senin, 6 Maret 2017.