Hyperloop Terlalu Canggih untuk Indonesia
- www.hyperloop-one.com
Prasetyo mengakui perusahaan Hyperloop pernah mendekati pemerintah dan presentasi ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Hanya saja, kata dia, pemerintah belum begitu percaya, lantaran proyek triliunan rupiah itu belum memiliki pra studi kelayakan, apalagi studi kelayakan. Untuk itu, Prasetyo menilai proyek ini belum jelas.
“Saya tanya sampai di mana? Dia (Hyperloop) bilang, 'O ndak, setelah ini baru kita pra FS'. Loh, mau ngerjakan proyek triliunan, pra FS-nya saja belum jelas,” kata dia. “Terus kalau enggak jelas mau apa lagi?” kata Prasetyo.
Sejauh ini, HTT mengaku sejauh ini memang belum memiliki perjanjian tertulis kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Namun saat pembentukan anak usaha dengan mitra lokasi, proyek ini mendapat 'restu' dari pemerintah, sebab Menteri Budi datang menghadirinya.
Prasetyo juga menyinggung soal standar keamanan dan kelayakan Hyperloop jika mau masuk dalam pasar transportasi di Indonesia.
Soal standar itu, menurutnya paling tidak Hyperloop harus mematuhi ketentuan dalam UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dia mengingatkan bicara transportasi massal tak hanya ngomong soal kecepatan tapi juga keamanan dan kelayakan.
Misalnya untuk relasi antara Tangerang Selatan ke Bandara Soekarno Hatta yang jaraknya 10-15 Kilometer, apakah transportasi kecepatan 1200 kilometer per jam itu layak untuk jarak tempuh pendek tersebut.
Masalah lainnya yakni sulitnya pembebasan tanah dalam proyek infrastruktur di Indonesia.
Djoko mengatakan, ongkos pembebasan lahan terutama di Jawa tergolong sangat besar. Dia khawatir beban besar pembebasan lahan malah memberatkan pemerintah karena mensubsidinya.
Soal isu lahan, bos Hyperloop mengatakan Hyperloop tak transportasi ini tak begitu memakan lahan. Dia mengatakan, Hyperloop beda dengan dalam pembangunan kereta cepat.
Gresta mengatakan, transportasi Hyperloop tidak memakan banyak tempat, bisa menempel di atas gedung dan juga di atas jalan tol. Kalau pun memerlukan lahan, luasnya hanya sekitar maksimum 100 meter persegi untuk fondasi.
Dia mengatakan, pembangunan Hyperloop tidak akan merebut lahan sepenuhnya dari petani atau pemilik lahan. Sebab Hyperloop akan memberikan kompensasi berupa listrik.
"Karena sistem Hyperloop dibangun energi terbarukan, bahkan tabung bisa memproduksi listrik. Dikombinasikan dengan panel surya dan geotermal di area sekitar di mana panel surya tidak layak, Hyperloop akan menghasilkan listrik sampai 30 persen," jelasnya.