Melacak Jejak Misterius Pembunuh Akseyna

Akseyna Ahad Dori semasa hidup.
Sumber :
  • Facebook

Kata Kisnu, kesulitan polisi mengungkap masih dimaklumi karena Ace tewas di danau yang ada air dan hal itu dapat merusak bukti-bukti yang ada.

img_title Misteri Akseyna, Ada Dua Tulisan Berbeda di Surat Wasiat

"Kalau kita bercermin kepada kasus kan dia berada di danau. Ada air, sifat air cenderung merusak bukti yang ditinggalkan. Jadi memang tidak gampang," ujar Kisnu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya...Tantangan Polisi

img_title Cara Keluarga Mengungkap Misteri Pembunuhan Akseyna

Tantangan Polisi

img_title Dua Tahun Kematian Akseyna, Keluarga Datangi Kamar Indekos

Mengusut kematian Ace menjadi pekerjaan rumah bagi pihak Polda Metro Jaya. Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, mengatakan, kasus Ace jadi pekerjaan rumah bagi dirinya.

"Itu (kasus Ace) PR bagi saya, pertama saya menjabat. Kan concern saya ke Akseyna tetapi ada beberapa benturan misalkan dari olah TKP awal, kemudian pemeriksaan saksi yang sudah lama. Setelah diperiksa lama, berhenti, itu jadi problema sendiri ketika kita membuka kembali sebuah case (kasus)," kata Hendy.

Hendy mengatakan pihaknya akan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini. Tim penyidik terus melakukan pengusutan agar menemukan titik terang yang mengarah ke jejak pelaku.

"Ini jadi tantangan polisi. Masih dalam proses investigasi oleh tim," lanjutnya.

Petugas kepolisian saat menyelidiki danau yang menjadi lokasi ditemukannya mayat Akseyna, mahasiswa UI pada tahun 2015

Foto: Petugas kepolisian sedang melakukan penyelidikan di Danau Universitas Indonesia.

Hendy menambahkan ada beberapa analisa dalam kasus ini yang pembuktiannya harus dilakukan secara scientific investigasi.
 
"Kita lakukan upaya yang intinya adalah scientific investigasi mengarah kepada dugaan pelaku," ujarnya.

Kemudian, dari analisa barang bukti ditemukan surat wasiat. Dari penelitian pakar yang merupakan ahli grafologi, diperoleh informasi adanya perbedaan karakter penulisan di surat wasiat tersebut. Selain saksi, pihak Polda sudah mendatangkan ahli untuk membantu mengungkap kasus ini.

"Dalam kesimpulan ahli itu ada dua penulis yang berbeda tetapi berbedanya ini siapa kan kita harus cari pembanding. Nah, ini yang kita harus intens untuk mencari pembanding siapa penulis yang memodifikasi tulisan tersebut," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perkembangan kasus ini, polisi sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 13 saksi, yang terdiri dari keluarga, teman kuliah dan indekos Ace.

"Sampai sekarang sudah 13 saksi. Itu sudah dari keluarga, teman," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut