Melacak Jejak Misterius Pembunuh Akseyna
Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan rencana memanggil saksi lain yang bisa menambah keterangan.
Selanjutnya...Suara Hati Sang Ayah
Suara Hati Sang Ayah
Belum terungkapnya kasus kematian Ace membuat ayah almarhum, Kolonel Sus Mardoto, miris. Ia menilai pihak kepolisian lamban dalam mengungkap kasus kematian putranya.
"Hari ini maupun bulan kemarin belum ada perkembangan apapun, agak lambat ya?" kata Sus Mardoto, Sabtu, 25 Maret 2017.
Dijelaskan dia, pihak keluarga terus menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian untuk mengetahui perkembangan kasus anaknya. Meski sudah mengikhlaskan kematian putranya, tapi dia berharap pihak aparat kepolisian bisa menemukan titik terang kasus ini.
"Yang kami rasakan secara manusiawi memang setiap orang akan menemui kematian. Saya ikhlas dia di sana biar lapang. Yang kami masalahkan kasusnya kok tidak terasa perkembangannya. Bukannya bukti-bukti petunjuk di awal sudah banyak ditemukan oleh kepolisian," tutur Mardoto saat dikonfirmasi, Senin 27 Maret 2017.
Ia pun menyayangkan sikap polisi yang sempat mengambil kesimpulan kematian anaknya karena diduga bunuh diri tanpa dilakukan penyelidikan. Ia juga menilai TKP tempat putranya ditemukan tewas sudah tak steril sehingga mempengaruhi pengungkapan kasus.
"TKP berantakan di danau dan di kosan juga sudah dimasuki oleh rombongan yamg mengaku teman anak saya. Ini menjadi seperti memburamkan penyidikan. Tentunya ini harus dibalas dengan penyidikan yang lebih kuat untuk membalas kesalahan awal," ujarnya.
Untuk mengungkap rasa penasarannya, Mardoto pun aktif berkomunikasi dengan Kapolresta Depok, Komisaris Besar Herry Heryawan, untuk menanyakan dua hal terkait kasus tersebut.
"Yang pertama saya tanyakan perkembangannya, kemudian yang kedua saya minta izin untuk mengambil barang-barang anak saya di kosannya," ujar Mardoto.
Foto: Keluarga mendatangi indekos Akseyna di Beji, Depok, Sabtu (25/3/2017).
Pihak keluarga pada Sabtu, 25 Maret, juga sudah mendatangi kamar indekos almarhum di kawasan Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 25 Maret 2017. Dua tahun kematian Ace yang belum terungkap, tak membuat pihak keluarga surut mencari tahu perkembangan kasus ini.
Kedatangan keluarga ke kamar indekos almarhum Ace bisa dilakukan setelah mendapatkan izin dari kepolisian. Sebelumnya, pihak kepolisian belum mengizinkan kamar indekos untuk didatangi karena untuk proses penyelidikan. Maka saat mendatangi kamar indekos, pihak aparat kepolisian turut mengawal.