Asteroid Nama-nama Indonesia, Dunia Mengakuinya

ilustrasi lintasan asteroid 12179 Taufiq
Sumber :
  • www.langitselatan.com/NASA

2. Asteroid 731 Sorga

img_title Waktu Salat Subuh di Indonesia Dinilai Terlalu Cepat? Begini Penjelasan Kemenag

Ditemukan oleh A Massinger di Heidelberg, Jerman, pada 15 April 1912. Kemudian sang penemu menamainya dengan Sorga yang berasal dari kata Surga, dalam Bahasa Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Asteroid 732 Tjilaki

img_title Ini yang Terjadi kalau Bennu 'Mencium' Bumi

Ditemukan oleh A Massinger di Heidelberg, Jerman, pada pada 15 April 1912. Nama Tjilaki ini berasal dari nama Cilaki, dalam ejaan baru, yang merupakan nama sungai dan desa Tjilaki di Gunung Malabar, Bandung Selatan. 

4. Asteroid 754 Malabar

img_title Asteroid Bennu Membuka Tabir Asal-usul Bumi

Ditemukan August Kopff di Heidelberg, Jerman, pada 22 Agustus 1906. Nama Malabar disematkan untuk mengenang ekspedisi Gerhana Matahari yang dilakukan Belanda dan Jerman ke Kepulauan Christmas pada 1922. Nama Malabar terkenal dengan area perkebunan teh di pegunungan Malabar, Bandung Selatan. 

5. Asteroid 770 Bali

Ditemukan oleh A Massinger di Heidelberg, Jerman, pada pada 31 Oktober 1913. Nama Bali diambil dari pulau di Indonesia. Nama Bali dalam hal ini didedikasikan pada nama Raja klan Daityas dalam Puranas Hindu. 

6. Asteroid 772 Tanete

Ditemukan oleh A Massinger di Heidelberg, Jerman, pada 19 Desember 1913. Batu antariksa ini dinamakan Tanete berdasarkan nama tempat di Sulawesi, Indonesia. 

7. Asteroid 863 Benkoela

Ditemukan oleh M Wolf di Heidelberg, Jerman, 9 Februari 1917. Dinamakan Benkoela dan diperkirakan nama tersebut merupakan nama kota Benkoelen (Bengkulu) yang ada di Sumatera, Indonesia.

8. Asteroid 2307 Garuda

Ditemukan pada 18 April 1957 di Observatorium La Plata, Buenos Aires, Argentina. Nama Garuda diyakini terkait dengan mitologi India. Garuda diajukan sebagai nama antariksa dari Bahasa Sanskerta. Dalam mitologi India, garuda merupakan putra Kasyapa dan Vinata. 

9. Asteroid 7172 Multatuli

Ditemukan oleh EW Elst di European Southern Observatory, Jerman. Nama Multatuli berasal dari penulis terkenal Belanda, Eduard Douwes Dekker, yang berkelana di Hindia Belanda pada zaman kolonial. 

Douwes Dekker menggunakan nama tulisan Multatuli dalam melawan kebijakan pemerintah kolonial Belanda kepada penindasan pribumi Jawa. Multatuli terkenal dengan novelnya yang berjudul Max Havelaar. Nama Multatuli diajukan penemu asteroid tersebut dan didukung oleh CF Merks dan J Meeus.

ilustrasi lintasan asteroid 12176 Hidayat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Kebangkitan Indonesia

Bersyukur namanya dipilih sebagai nama asteroid, Nana mengaku ada beban besar setelahnya, baginya dan khususnya bagi dunia ilmu pengetahuan Indonesia. Dia menanggapi penamaan itu sekaligus menjadi tanggung jawabnya untuk terus mengembangkan dunia sains, khususnya di bidang astronomi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut