Asteroid Nama-nama Indonesia, Dunia Mengakuinya

ilustrasi lintasan asteroid 12179 Taufiq
Sumber :
  • www.langitselatan.com/NASA

Avivah mengatakan, IAU memandang Indonesia mampu mengembangkan astronomi dari awal sampai hari ini. Apalagi saat ini Indonesia sedang semangat dan giat mengembangkan astronomi di seluruh Indonesia lewat kegiatan blusukan menjangkau ke daerah-daerah.  

img_title Ini yang Terjadi kalau Bennu 'Mencium' Bumi

Hakim mencatat kontribusi astronomi Indonesia di kancah internasional cukup signifikan. Di Asia Tenggara, kata dia, Indonesia berperan penting dalam South East Asia Astronomy Network, sementara di kancah global, Indonesia berkontribusi di International Astronomical Union, 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tercatat Prof.Bambang Hidayat pernah jadi Vice President IAU, saya jadi Vice President divisi education, outreach and heritage," kata dia. 

img_title Asteroid Bennu Membuka Tabir Asal-usul Bumi

Tantangan ke depan

Untuk membangun riset dan literasi astronomi Indonesia, Avivah mengusulkan pemerintah harus betul-betul mampu memanfaatkan momentum pembangunan Observatorium Nasional di Amfoang, Nusa Tenggara Timur. Observatorium ini diposisikan sebagai alternatif Observatorium Bosscha yang mulai terkepung polusi cahaya, seiring pembangunan di wilayah Lembang. 

img_title Astronot Bisa Cari Makan dari Asteroid

Dia menilai, langkah pemerintah membangun Observatorium Nasional itu merupakan komitmen kepada pengembangan dunia astronomi. 

"Perhatian pemerintah cukup baik dengan akan dibangunnya science center di Kupang dan Observatorium Nasional di Amfoang NTT," ujar dia.

Keberadaan Observatorium Nasional itu ke depan, harusnya bisa berperan penting dalam pengamatan lanjutan benda-benda langit yang sudah ditemukan atau bisa menjadi pionir penemuan lainnya. 

Dia berharap, Observatorium Nasional bisa menopang pengembangan Indonesia timur dan setidaknya semua universitas bisa memakai observatorium baru itu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hakim sepakat dengan Avivah. Momentum ini bisa makin melecutkan semangat memajukan astronomi Indonesia. Terlebih adanya proyek Observatorium Nasional dan pembukaan program studi kedirgantaraan dan observatorium di Institut Teknologi Sumatera.

Avivah mengatakan, pemerintah perlu belajar dari pengelolaan Observatorium Bosscha yang memang diperuntukkan bagi umum, namun kenyataannya observatorium itu bisa dibilang laboratoriumnya anak ITB. (umi)

Ilustrasi salat subuh

Waktu Salat Subuh di Indonesia Dinilai Terlalu Cepat? Begini Penjelasan Kemenag

Ahli fotogrametri Profesor Tono Saksono menyebut bahwa waktu azan Subuh di Indonesia berlangsung lebih cepat dari seharusnya. Apa respons Kemenag?

img_title
VIVA.co.id
4 Desember 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut