Asteroid Nama-nama Indonesia, Dunia Mengakuinya
- www.langitselatan.com/NASA
Nana memandang astronomi dalam dunia ilmu pengetahuan di Tanah Air masih 'kurang populer'. Jumlah astronom sedikit dan makin sedikit yang berkiprah di bidang langit dan antariksa itu. "Ini menunjukkan porsi sedikit kita dalam sains dasar," jelas Nana.Â
Secara lebih besar, penamaan asteroid ini mengirimkan pesan kepada bangsa Indonesia, yang mana sejatinya punya syarat untuk menjadi negara yang bermartabat dan dipandang dunia. Indonesia punya nilai dan kekuatan sebagai bangsa, yaitu kebersamaan dan persatuan.Â
"Ini pemicu semangat. Kita bisa membangun bersama-sama, kita bekerja bersama perlu sinergi, tanpa memertajam perbedaan seperti yang akhir-akhir ini terjadi dan menghabiskan energi," kata dia.Â
Penamaan itu bagi pakar astronomi ITB, Hakim Luthfi Malasan, menyatakan kebanggaannya. Penamaan itu berarti astronomi dan astronom Indonesia diakui dunia.Â
"Saya pribadi tidak bisa mengatakan apa pun tentang dampaknya (penamaan Premadi) terhadap dunia astronomi di Tanah Air, kecuali ikut bangga saja," kata pria yang pernah menjadi leading scientist di Thailand, Finlandia dan Jerman.
Sedangkan Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin bersyukur atas penamaan ilmuwan perempuan Indonesia untuk nama asteroid. "Semuanya menunjukkan penghargaan masyarakat astronomi internasional pada kontribusi astronom Indonesia pada perkembangan astronomi," tuturnya.Â
Â
Dalam dunia astronomi, Indonesia sebenarnya mendapatkan warisan yang menguntungkan dibanding negara lain. Indonesia punya kelebihan dan keuntungan dalam dunia astronomi. Secara geografis, letak Indonesia bisa dibilang cukup seksi. Wilayah Indonesia, kata dia, mempunyai langit yang bagus karena posisinya dekat dengan ekuator.Â
Senada dengan hal tersebut, Avivah melihat kekuatan astronomi Indonesia salah satunya secara geografis berada di langit bagian selatan. Kontribusi Indonesia di masa lalu pun diakui IAU. Saat Observatorium Bosscha didirikan, menjadi satu-satunya andalan Indonesia. "Satu-satunya observatorium di Asia Tenggara Sebelum Malaysia dan Thailand juga bikin observatorium," kata dia.Â
Saat ini sudah banyak observasi di area langit selatan. Karena kontribusinya dalam dunia astronomi dengan Observatorium Bosscha dan kekuatan penelitian astronomi di Indonesia, menurut Avivah, wajar bila akhirnya beberapa nama ilmuwan Indonesia diajukan dan dipilih menjadi nama asteroid.Â