Peluru Polisi Bicara, Siapa Salah?
- Arwin ZA/Rudi Rediansyah/tvOne
VIVA.co.id – Raut sedih dan kesal Wawan memuncak di wajahnya, ketika mendapati kabar seluruh anggota keluarganya tengah berada di rumah sakit.
Istrinya, Novianti (30) terbaring lemah dengan luka tembak di bahu kanan. Sedangkan mertuanya Surini (50), terbujur kaku di kamar jenazah. Perut, dada, dan pahanya berlubang akibat diterjang peluru.
Begitu pun anaknya, Genta. Balita yang masih berusia dua tahun itu harus mendapatkan tiga jahitan di kepala. Kata dokter, kepalanya terserempet peluru tajam. Bersyukur putra pertamanya, Galih (8), tidak terluka sedikit pun.
Panik dan kalut mengelabut di kepala lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu. Kondisi itu diperparah, oleh kabar awal dari polisi yang menjemputnya di kediaman Wawan di Desa Blitar Muka, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
"Saya baru tahu itu peluru, setelah dikasih tahu dokter," kata Wawan di RS Sobirin Lubuk Linggau. "Yang bikin kesal, kenapa polisi harus bilang keluarga saya korban tabrakan. Padahal, jelas-jelas ditembak."
Ya, Wawan cuma dikabari, jika keluarganya itu tabrakan, dan itu terjadi ketika mereka hendak berangkat memenuhi undangan perkawinan kerabat mereka di Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan pada Selasa siang, 18 April 2017.
Aksi penembakan terhadap keluarga Wawan ini, memang terbilang mengejutkan. Maklum, tak cuma korbannya warga sipil, namun ini menurut sebagian orang ditengarai oleh masalah sepele.
Mengapa ini disebut sepele? Sebabnya, aksi umbar tembakan tak perlu itu, justru terjadi ketika mobil berisi delapan orang yang merupakan keluarga Wawan, menghindar dari razia kendaraan.
"Kalau dari penjelasannya (Diki, sopir), SIM Diki tidak ada. Terus, mobilnya sudah mati pajak, jadi dia takut terkena razia," kata Wawan.
Ketakutan konyol Diki itu, memang diakui akhirnya berbuah masalah. Ulahnya menghindar ketika polisi hendak memberhentikan kendaraannya, dengan cara menginjak gas, memantik respons polisi.
Mobil sedan itu pun dikira bermasalah. Tak ayal, aksi kejar-kejaran pun terjadi. Dengan berkendara motor dan mobil patroli, polisi pun melakukan pengejaran terhadap sedan berkaca hitam tersebut.
Novianti (30), istri dari Wawan yang merasakan langsung kejadian itu mengaku awalnya mobil yang mereka tumpangi itu sudah berhenti. Karena, ketika itu, di dalam mobil, mertuanya Surini (54) sudah bersimbah darah.