Trump, FBI dan Pemakzulan
- REUTERS/Carlos Barria
Pemecatan Comey juga membuat marah anggota FBI. Mereka menganggap pemecatan itu sebagai sebuah penghinaan terhadap lembaga prestisius itu. Comey, melalui surat pamitnya kepada anggota FBI mengatakan, sejak diangkat ia sudah memahami, seorang Direktur FBI bisa dipecat tiba-tiba untuk alasan apa-pun, bahkan juga tanpa alasan apa-pun.
Anggota Senat Richard Blumenthal, pada Rabu, 10 Mei mengatakan pemecatan Comey tak menutup kemungkinan Kongres untuk melanjutkan rencana pemakzulan Trump. "Ini seperti mengulang kembali kasus AS vs Nixon, dengan sebuah surat perintah pengadilan yang dikirimkan kepada Mahkamah Agung AS," ujar politisi dari Partai Demokrat itu saat diwawancara oleh CNN.
"Kasus ini bisa menjadi pemicu untuk melanjutkan proses pemakzulan, meski sebenarnya masih sangat jauh dari kemungkinan itu," ujarnya menambahkan. Ia menyebut keputusan Trump malah semakin meningkatkan “krisis konstitusional.
Kekecewaan publik, kemarahan lembaga FBI, dan keraguan anggota Senat pada gerak Trump bisa berujung pada apa yang disampaikan Richard Blumenthal, yaitu pemakzulan. Jika itu terjadi, mungkin Trump akan menjadi Presiden AS yang terpilih secara konstitusional, namun memiliki masa jabatan terpendek.