Ikhtiar Menjaga Pancasila, Jangan Hanya Basa-Basi

Pelajar SD, SMP, dan SMA bersiap mengikuti gladi upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017 di Gedung Pancasila, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Singkatnya, menurut Zuhro, jangan sampai keberadaaan lembaga baru itu hanya menjadi pembenar bahwa pemerintahan Joko Widodo berkomitmen menjaga Pancasila. "Berdirinya UKP-PIP jangan sampai disalahpahami sebagai upaya basa-basi untuk menjaga Pancasila," ujarnya.

img_title Cendekiawan: Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Benteng Utama RI untuk Bangkit

Yudi Latief, anggota Tim Perumus UKP-PIP, sudah mengantisipasi tudingan atau kecurigaan sebagian kalangan bahwa lembaga itu tak lebih dari penjelamaan BP-7 buatan Orde Baru--hanya modifikasi sana-sini lalu dikemas dengan nama baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedari awal lembaga digagas pada 2016, Yudi mengingatkan bahwa UKP-PIP berbeda dengan BP-7. Dia mengatakan, seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, “Di dalam proses pengembangan Pancasila dalam gaya baru ini, kita ingin supaya lebih inklusif.”

img_title Pemanfaatan AI Disebut Harus Berpedoman dengan Nilai Pancasila

Penataran P4 maupun BP-7 dinggap sangat sentralistik, militeristik, dan kaku. Peran dan suara masyarakat sipil yang kritis hampir dipastikan diabaikan, bahkan diposisikan sebagai ‘musuh Pancasila’.

Sedangkan UKP-PIP menggunakan pendekatan yang lebih demokratis, partisipatoris, solutif dan kreatif melalui berbagai metode, seperti strategi kebudayaan dan sosial-ekonomi, demi mengawal dan memperkuat Pancasila.

img_title Sinergi Double Momentum! Cara Indah Memaknai Hari Lahir Pancasila Sekaligus Jaga Kelestarian Alam

Maka, kata Yudi, UKP-PIP akan melibatkan semua elemen bangsa termasuk budayawan, tokoh agama, seniman, wartawan, tokoh adat, dan semua komunitas agar Pancasila bisa menjadi titik temu nilai bersama.

Selanjutnya...Penanaman Nilai

Penanaman Nilai

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terang-terangan mendukung pembentukan UKP-PIP karena dinilai amat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada warga negara.

Relevansi sekarang adalah banyak potensi konflik horizontal muncul hanya karena perbedaan keyakinan atau agama. Padahal, Pancasila telah menegaskan bahwa bangsa Indonesia menganut Ketuhanan Yang Maha Esa. Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila pun menyudahi perdebatan tentang itu dengan menyepakati Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Contoh, perbedaan antaragama masih jadi agenda berat. Masih ada ego agama masing masing, oleh karena itu Pancasila jadi relevan," kata Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, di Jakarta pada Rabu, 31 Mei 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Muhaimin, dalam kondisi seperti sekarang, Pancasila harus menjadi jembatan seluruh rakyat Indonesia yang berbeda agama, suku, ras, dan golongan. Pancasila harus menyatukan semua dalam Indonesia yang damai.

Dia berharap mata pelajaran Pancasila yang sempat dihilangkan dalam kurikulum pendidikan segera diaktifkan lagi. Soalnya ideologi Pancasila harus selalu terjaga, dan itu harus ditanamkan sejak dini, sejak tingkat sekolah dasar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut