Ikhtiar Menjaga Pancasila, Jangan Hanya Basa-Basi

Pelajar SD, SMP, dan SMA bersiap mengikuti gladi upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017 di Gedung Pancasila, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

"Saya kira, semua sepakat Pancasila dan UUD 1945. Yang tidak sesuai tidak usah tumbuh dan hidup di Indonesia. Karena itu, ketegasan pemerintah harus kita dukung, sehingga ancaman konflik dan ancaman perpecahan bisa segera diatasi," katanya.

img_title PDIP: Pancasila Harus Jadi Kompas Bangsa Hadapi Krisis Global

Pada kesempatan lain, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin, menilai Pancasila sedang mengalami politisasi. Bahkan ada kelompok tertentu yang merasa paling Pancasilais.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pancasila mengalami politisasi oleh kelompok romantis yang terjebak romantisme yang menganggap mereka sajalah yang Pancasilais, dan yang lain tidak," kata Din ketika ditemui di kompleks Parlemen di Jakarta pada Rabu, 31 Mei 2017.

img_title Pancasila Kunci Memulihkan Kepercayaan Sosial di Tengah Krisis Global

Dia berpendapat, tak boleh ada tafsiran tunggal pada Pancasila. Maka para pemimpin bangsa harus bersama meneguhkan komitmen Pancasila, merefleksikan cita-cita para pendiri negara yang sekarang, menurutnya, "banyak yang keliru (seperti terlihat) pada amandemen (Undang-Undang Dasar 1945)". (ren)

Cendekiawan, Sukidi

Cendekiawan: Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Benteng Utama RI untuk Bangkit

Sukidi membeberkan 5 krisis utama yang melanda bangsa, yakni pemusatan kekuasaan, hukum yang dipersenjatai, politik perpecahan, hingga ketimpangan ekonomi.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut