London Bridge, Serangan Teror Jelang Pemilu

Polisi bersenjata lengkap berjaga di sekitar London Bridge setelah terjadi serangan pada Sabtu malam, 3 Juni 2017,
Sumber :
  • Reuters/Peter Nicholls

Usai pertemuan darurat Cobra Meeting, Perdana Menteri Inggris Theresa May menyampaikan pernyataan bahwa mereka percaya, Inggris saat ini sedang menjadi korban sasaran serangan teroris. Polisi Inggris telah berhasil melumpuhkan lima serangan lain setelah serangan di Westminster.

img_title Ayah Korban Tewas Teror London Bridge Bungkam Mulut Politikus Inggris

"Tapi saat ini kita melihat ada pola serangan baru. Mereka saling meniru," ujarnya dikutip The Guardian. May mengatakan, pemerintah akan melakukan perubahan cara pandang, sekaligus melakukan empat langkah penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertama, para penyerang terikat dalam Islam ekstrem, di mana ideologinya selalu dikatakan tak sejalan dengan ideologi warga Inggris. "Dan itu akan menjadi tantangan besar bagi kita untuk mengalahkan pemahaman itu," tuturnya.

img_title Pelaku Penusukan di London Bridge Mantan Terpidana Kasus Terorisme

Menurut May, mengalahkan pemikiran seperti itu tak bisa dilakukan dengan operasi kontra-terorisme. "Tapi kita perlu memberi pemahaman, bahwa semua nilai-nilai sama baiknya," ujarnya.

Kedua, ia berjanji tak akan memberi ruang aman bagi para teroris. Tapi ia sadar, itulah yang disediakan internet. Ia mengusulkan untuk melipatgandakan upaya internasional untuk mengendalikan ekstremisme di internet. Hal ketiga adalah mulai bertindak dari rumah. "Ada terlalu banyak toleransi terhadap ekstremisme di negara kita", katanya. Ia mengakui, jelas dibutuhkan kemauan untuk berdialog, dan itu bisa jadi bukan hal yang mudah.

img_title Polisi Pastikan Tembak Pelaku Penikaman di Jembatan London

Keempat, May berjanji akan meninjau ulang strategi kontra-terorisme, untuk memastikan polisi memiliki kekuatan yang mereka butuhkan. May mengusulkan untuk meninjau undang-undang anti-terorisme, dan menyarankan hukuman yang lebih panjang untuk beberapa pelanggaran.

PM May juga mengatakan, pelaksanaan pemilu tak akan berubah. Warga Inggris akan tetap memilih pada Kamis, 8 Juni 2017. "Kita akan tetap bersama, bersatu menghadapi musuh kita," ujarnya. (umi)

Source : Republika

Pembunuh yang Hentikan Penyerangan di London Bridge Diampuni

Terpidana kasus pembunuhan membantu menghentikan serangan di London.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut