Daya Beli Turun, 'Hadiah' Saat Lebaran

Toko Sepatu di Pasar Baru sepi pengunjung Lebaran tahun ini
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rifki Arsilan

VIVA.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan daya beli masyarakat yang turun sejak awal masa Lebaran, akan terus berlanjut pada semester II-2017.

img_title Harga Pertalite Dipastikan Tetap hingga Akhir 2026, Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Daya Beli

Kondisi ini terlihat dari belum bergairahnya daya beli masyarakat meski telah mendapatkan “suntikan” tunjangan hari raya jelang Lebaran (THR). Alhasil, pertumbuhan dunia usaha masih stagnan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apindo mengatakan, hampir semua perusahaan ritel mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat pada masa Lebaran tahun ini. Penjualan berbagai produk jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

img_title Pajak E-Commerce Ditunda, Purbaya Beberkan Alasannya

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, industri makanan dan minuman (mamin) tahun lalu pertumbuhannya bisa 50 persen, sekarang hanya 10-15 persen. "Masyarakat punya uangnya, tetapi mereka tidak belanja dengan agresif," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani, mencontohkan, untuk produk batik, pengusaha menyatakan bahwa penjualan turun hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu. "Mereka mengeluhkan, ini baru pertama kalinya jatuh sekali," ujarnya.

img_title LPS Ungkap Tabungan Masyarakat di Bank Terus Bertambah, Sinyal Daya Beli Warga Mulai Pulih

Penurunan penjualan dialami oleh para pedagang di Pasar Baru, Jakarta. Meski ramai didatangi pengunjung selama tiga hari libur Lebaran, mereka mengaku mengalami penurunan pendapatan dibanding tahun lalu.

Pemilik toko tekstil Sidodadi, Bhavna Sadwani (25 tahun) menyatakan, pendapatan tokonya pada Lebaran tahun ini menurun cukup drastis jika dibandingkan pada tahun lalu. Ia mengaku penurunan pendapatan mencapai 20 hingga 30 persen jika dibandingkan musim Lebaran tahun lalu.

"Kalau bicara rata-rata omzet tahun ini, itu tidak seberapa dibandingkan tahun lalu. Kalau biasanya itu kami bisa dapat Rp10 juta ke atas per hari, kali ini bisa di bawah Rp10 juta," kata Bhavna Sadwani kepada VIVA.co.id di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu 28 Juni 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi serupa juga disampaikan oleh pemilik toko sepatu Ladiva Shoe Store, Yan Dermawan. Menurut Yan, tingkat atau daya beli masyarakat tahun ini bisa dikatakan menurun jika dibandingkan tahun lalu. Terlihat dari peminat masyarakat terhadap sepatu-sepatu yang dibanderol dengan harga yang relatif tinggi.

"Jadi kalau dibandingkan tahun lalu memang daya beli masyarakat cukup menurun, tahun ini para pembeli itu lebih banyak yang mengincar sepatu yang kelas menengah ke bawah,” tuturnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut