Taksi Online Tak Lagi Murah

Ilustrasi Layanan taksi berbasis aplikasi online, Uber.
Sumber :
  • Reuters/Kai Pfaffenbach

Selanjutnya >>> Saham Blue Bird dan Express terdongkrak

img_title Mobil Sopir Taksi Online di Pamulang Dibawa Kabur, Pelaku Pura-pura Bayar dan Tusuk Korban Pakai Pisau Dapur

Taksi Konvensional Semringah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski terbilang baru diberlakukan per 1 Juli 2017, namun perdagangan saham PT Blue Bird Tbk dan PT Express Transindo Utama Tbk langsung menguat. Berdasarkan data RTI di sesi pertama perdagangan saham, Senin 3 Juni 2017, saham PT Blue Bird Tbk terkerek naik 6,03 persen ke level Rp 5.100 per saham. Total frekuensi 318 kali dengan nilai transaksi Rp2,7 miliar. Saham PT Blue Bird Tbk sempat berada di level tertinggi 5.325 dan terendah 4.800.

img_title Hina Alquran saat Naik Taksi Online: Aparat Keamanan Dipenjara 14 Hari, Denda Rp30,6 Juta

Sementara saham PT Express Transindo Utama Tbk menguat 2,59 persen ke level Rp119 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 122 kali dengan nilai transaksi Rp189,2 juta. Saham Express diketahui sempat berada di level tertinggi 121 dan terendah 116.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, pelaku pasar rupanya memberi sentimen positif terkait penetapan tarif baru taksi online. Padahal sebelumnya pelaku pasar diprediksi belum akan merespon karena mereka harus melihat dampak aturan ini terlebih dahulu.

img_title Wanita di Jakbar Jadi Korban Pelecehan Sopir Taksi Online, Begini Modusnya

"Secara tidak langsung ini memang terpengaruh dari aturan itu. Ternyata setelah melihat di market, positif. Tetapi kita mesti lihat efektivitasnya seperti apa, apakah masyarakat akan berpindah ke taksi konvensional dengan adanya penetapan tarif baru taksi online ini," kata Reza kepada VIVA.co.id, Senin 3 Juli 2017.

Sebenarnya jika melihat sentimen positif di atas, disebut merupakan kesempatan bagi para operator taksi konvensional untuk menggerakkan kembali roda bisnisnya yang sempat terpuruk. Tetapi, kata Reza, semua tentu akan kembali pada kinerja operator taksi konvensional itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semua juga tentu kembali ke masyarakat lagi, apakah dengan tarif yang mirip-mirip mereka akan bertahan dengan taksi online atau berpaling kembali ke taksi konvensional. Kalau sudah begini, sudah hal lain dan pasar akan melihat nantinya. Kalau dilihat siapa yang dirugikan, ya konsumen, karena dengan kesetaraan tarif mereka tidak bisa mendapat pilihan transportasi dengan tarif lebih murah," kata dia.

Sejauh ini Uber dan Grab sudah memberi pernyataan terkait penetapan tarif baru taksi online. Pernyataan disampaikan dalam keterangan resmi melalui surat elektronik. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut