Menanti Damai di Al Aqsa
- REUTERS / Ammar Awad
Jumat, 21 Juli 2017, otoritas Israel kembali membuat aturan. Mereka melarang jemaah Muslim yang berusia di bawah 50 tahun melaksanakan salat Jumat di masjid Al Aqsa. Diberitakan oleh Independent, pihak Israel menyatakan larangan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi kekerasan lebih lanjut.
Kelompok Hamas dan Jihad Islam, dua kelompok garis keras Palestina menyerukan pada pengikutnya untuk melakukan jihad melawan dan membela masjid Al Aqsa. "Masjid Al Aqsa merupakan garis merah, dan kami tak akan tinggal diam menghadapi serangan terhadap masjid Al Aqsa," ujar kedua organisasi ini seperti diberitakan oleh Times of Israel.
Rekaman video dan foto yang menjadi viral menunjukkan kesadisan pemerintah Israel menghadapi aksi warga Palestina. Mulai dari penembakan gas air mata dan peluru karet secara brutal, pembubaran paksa, hingga mengusir dengan kasar dan menendang warga Palestina yang sedang salat.
Selanjutnya, Kecaman Dunia
Kecaman Dunia
Ketegangan dan aksi represif militer Israel mendapat kecaman dunia internasional. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dilaporkan meminta para pejabat Amerika Serikat untuk mendesak Israel agar segera membuka kembali masjid Al Aqsa.
Sementara itu, pemerintah Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindak kekerasan itu. Tak cukup hanya mengutuk, pemerintah Indonesia juga melakukan percakapan dengan Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Judeh.
Raja Abdullah II dari Yordania adalah penjaga masjid Al Aqsa. Indonesia meminta Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berada di Timur Tengah memberikan tekanan pada Israel.
Melalui sebuah pernyataan, Uni Eropa meminta agar Israel dan Yordania melakukan upaya untuk mengurangi ketegangan dan menemukan solusi yang menjamin keamanan publik dan mempertahankan status quo. Pernyataan yang hampir sama juga disampaikan oleh Gedung Putih.
Sementara itu, pejabat di Washington mengatakan, Presiden Donald Trump segera mengirimkan utusan untuk menghentikan ketegangan di situs suci tersebut.
Aksi kekerasan Israel di masjid Al Aqsa berdampak. Kedubes Israel di Yordania ditembaki orang tak dikenal. Dua warga setempat tewas dalam aksi tersebut. Pihak keamanan Yordania belum memberikan konfirmasi resmi terkait siapa pelaku penembakan itu. Aksi brutal ini dikhawatirkan meluas di negara lain.