Busana Kemerdekaan ala Selebritis Indonesia
- Instagram Krisdayanti
Bambang Hari, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag sekaligus penggagas acara menjelaskan, kegiatan ini ingin memperkenalkan berbagai jenis wastra atau kain yang dibuat secara tradisional dari seluruh Indonesia.
Kata dia, kekayaan tekstil Indonesia atau wastra bukan hanya batik dari Yogya saja tetapi ada tenun ikat, songket dari Padang, tenun Sumba, pinawatengan dari Manado dan lain-lain.
Sementara acara peragaan busana dengan konsep Natural Indigo Batik For All Seasson, menghadirikan karya dari empat desainer Bali dan dua desainer Yogyakarta. Empat desainer asal Bali, yakni Harry Rahmat Darajat (Ai Syarif), Tjokorda Gede Abinanda Sukawati, Pande Putu Wijana, dan Bintang Miraafriningrum. Sedangkan desainer asal Yogyakarta, yaitu Mayasari Sekarlaranti dan Goet Puspa.
Salah satu pengunjung warga Belanda, Luca mengaku mengagumi batik Indonesia. Menurutnya, desain batik itu sangat unik dan cantik.
“Dahulu, kakek saya pernah tinggal di Indonesia dan pernah menggunakan batik, jadi saya ingin tahu lebih banyak tentang batik. Karena itu, saya datang ke sini. Coraknya sangat beragam dan warna warni," ujar dia.
Kekaguman yang sama diutarakan oleh Lara Peteers, seorang pengusaha ekspor-impor batik dan tenun ikat asal Belanda. Rasa kagumnya terhadap wastra Nusantara yang membuatnya bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia memproduksi berbagai jenis wastra, tidak saja dalam bentuk pakaian jadi tetapi juga dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet dengan desain modern sesuai selera masyarakat Eropa.
“Saya melihat desain wastra Indonesia sangat indah dan saya ingin agar batik maupun tenun ikat dipakai warga dunia,” kata Lara.
Sebelumnya, acara dan seminar bertajuk Wastra: Indonesia Traditional Textile as a Key for Environmental Sustainable Fashion yang digelar di Kedutaan Besar RI di Wassenar Den Haag pada 24 Juli 2017 juga banyak dihadiri warga Belanda, yang terdiri dari pengamat tekstil, Indonesianis dan pecinta batik.
Henriette, pegiat seni asal Delf merasa beruntung bisa mengikuti acara tersebut karena selama ini hanya melihat batik sebagai salah satu produk budaya Indonesia. Ternyata, setelah mengikuti acara ini, dia baru mengetahui bahwa wastra Indonesia sangat beragam dan memiliki cerita di balik pembuatannya.