Busana Kemerdekaan ala Selebritis Indonesia
- Instagram Krisdayanti
"Misalnya ada corak khusus yang tidak bisa dipakai oleh semua orang. Khusus untuk upacara tertentu dan orang tertentu saja. Nah ini sangat menarik," kata dia. Â
Acara tersebut dibagi menjadi dua sesi yaitu tentang Indigo, yaitu jenis tanaman yang digunakan sebagai pewarna alami batik yang dipresentasikan Laretna T. Adishakti dan Mayasari Sekarlaranti. Mereka menjelaskan tentang Yogya, the World Batik City dan proses pembuatan warna alami untuk batik, yang menghasilkan warna biru.
Sementara sesi kedua berbicara tentang tenun Gianyar. Dengan judul Traces of Gianyar Arts & Woven Fabric yang dibawakan Catrini Kubontubuh dan Prof. I Wayan Dibia. Dalam acara itu, peserta tidak saja mendapat wawasan baru tentang wastra Indonesia tetapi juga disuguhkan berbagai tarian, peragaan busana endek, songket dan batik.
Lewat Busana
Semenjak ditetapkannya batik sebagai salah satu warisan budaya lisan dan non benda oleh UNESCO pada 2009, banyak masyarakat Indonesia berlomba menunjukkan rasa cintanya dengan mengenakan pakaian batik. Meski demikian, tak sedikit dari para anak muda yang masih segan mengenakan batik dan kain nusantara karena dianggap kuno.
Menanggapai hal tersebut, Obin seorang pakar tekstil wastra nusantara mengatakan bahwa hal ini haruslah diperhatikan dari kebutuhan. Para generasi muda harus diberikan suatu sentuhan yang tidak biasa.
Kurangnya kesadaran dan antusiasme generasi muda ini bukan hanya bisa menurunkan eksistensi batik tapi juga berujung pada kepunahan. Untuk itu, cara menyiasatinya haruslah membuat semenarik mungkin baik dari desain maupun pemakaian.
Sementara, untuk motifnya, sebetulnya tidak terlalu berpengaruh pada minat generasi muda. Namun yang terpenting adalah cara mengemas batik dalam suatu yang kekinian.
"Ini dianalogikan seperti anak muda yang menyukai ayam goreng atau gadget, mereka menyukai itu karena produk itu cocok dan menyelesaikan kebutuhan. Nah inilah peran desainer bagaimana mengemas batik menjadi suatu tampilan modern dan itu juga yang dilakukan Obin untuk membuat banyak muda mencintai batik," ujar Obin kepada VIVA.co.id.
Obin menambahkan bahwa dalam pemakaiannya pun harus simpel dan chic. Sehingga para generasi muda mau dan tidak lagi malu mengenakan batik.