Bersakit-sakit ke Ladang, Melarat Kemudian
- ANTARA FOTO/Yusran Uccang
![]()
FOTO: Sebuah poster penjualan lahan pertanian oleh petani
Atas itu, kini para petani di Indonesia memastikan bahwa telah terjadi darurat agraria di seluruh wilayah tanah air. Tak cuma itu yang lebih menyakitkannya lagi adalah meski ada komitmen negara untuk mereformasi agraria, namun para petani malah justru mengalami kriminalisasi atau pun perampasan hak.
Data yang dimiliki KNPA, tercatat dari tahun 2015 hingga 2016, telah terjadi sedikitnya 702 konflik agraria di atas lahan seluas 1.665.457 juta hektar dan mengorbankan 195.459 kepala keluarga petani.
Bersamaan itu juga diketahui ada 455 petani mengalami kriminalisasi atau ditahan, lalu sebanyak 229 petani lainnya mengalami kekerasan ataupun hingga ditembak, dan sebanyak 18 lainnya hingga berakhir ke kematian.
"Dalam satu hari telah terjadi satu konflik agraria di tanah air," tulis KNPA.
Meregenerasi Petani
![]()
FOTO: Aktivitas bercocok tanam dengan sistem hidroponik
Diakui, respons Jokowi soal petani memang cukup sensitif. Dalam beberapa kesempatan presiden selalu menyuarakan keinginannya soal nasib petani.
Namun, Jokowi seperti lebih mengarahkan konsepnya pada hasil produksi petani, yang dianggapnya mesti berdaya saing lebih jauh.
"Kita harus menjaga agar para petani, produsen pangan tidak selalu dikalahkan," ujar Jokowi tahun lalu.
Karena itu, Jokowi pun mengingatkan kepada pembantunya untuk memastikan agar distribusi komoditas hasil petani harus lancar dan memiliki rantai perdagangan yang tidak terlalu panjang.
Tak cuma itu, ia pun juga menyuarakan agar petani mesti lah tak lagi berkutat pada proses budidaya namun juga menjajaki proses agrobisnis.
"Inilah paradigma yang harus kita ubah. Jangan sampai kita terlalu berkutat pada sektor budidaya, yang berkaitan dengan pupuk, yang berkaitan dengan benih, yang berkaitan dengan insektisida," kata Jokowi, Selasa, 12 September 2017.
Ya, singkatnya Jokowi ingin petani Indonesia berpikir moderen, dalam bentuk sebuah korporasi petani yang dipercayainya menjadi solusi masalah sektor pertanian di Indonesia.
![]()
FOTO: Aktivitas petani tembakau di Indonesia
Mereka harus berpikir dengan manajemen moderen, berpikir dengan aplikasi-aplikasi moderen, berpikir dengan cara-cara pengolahan industri yang moderen dan sekaligus memasarkannya kepada industri retail, memasarkannya kepada konsumen dengan cara-cara online store maupun memasarkannya ke retail-retail dengan sebuah manajemen yang baik. Saya kira proses inilah yang akan menguntungkan petani," urai Jokowi.