Tersentak Senjata Kejut Polri
- Istimewa
Hingga Minggu, 1 Oktober 2017, ratusan senjata dan ribuan amunisi tersebut masih berada di Bandara Soekarno Hatta. "Sampai saat ini yang penting senjata itu aman dan dalam pengamanan kami. Kami pun terus melakukan pemantauan akan senjata tersebut," ujar Dandim 0506/Tangerang Letkol Inf M. Imam Gogor Aghni Aditnya saat dikonfirmasi VIVA.co.id.Â
Untuk dapat mengambil senjata impor tersebut dari bandara, Polri masih menunggu keluarnya rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. "Nanti akan dicek oleh Bais terkait kesesuaiannya dengan manifes. Setelah itu, baru akan ada rekomendasi senjatanya bisa dikeluarkan," kata Murad.
Menurut Murad, pengadaan senjata jenis SAGL tersebut adalah hal yang lazim, serta sudah pernah dilakukan pada 2015 dan 2016. Dia menegaskan, senjata itu sama sekali tidak berbahaya dan tidak antitank.
Isu soal senjata penghancur tank sempat mencuat usai  video rekaman polisi tengah latihan menggunakan senjata jenis Pelontar Granat Infanteri atau PGI, beredar luas di jejaring media sosial.
Kabag Penum Humas Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul tak menampik isi video tersebut. Pelatihan itu untuk pengenalan senjata bagi anggota Brimob, pada dua atau tiga tahun lalu. Senjata penghancur tank itu merupakan peninggalan saat Polri masih bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Saat ini, Polri tak melakukan pengadaan senjata itu lagi.
"Jadi itu peninggalan yang sebelumnya ada dan digunakan untuk pengenalan kepada calon Brimob," ujar Martinus.
Video itu terbit di tengah hangatnya isu rekaman pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang bocor ke publik. Pernyataan Jenderal Gatot tersebut muncul di sela-sela acara silaturahmi dengan para mantan petinggi TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jumat, 22 September 2017.
Dalam rekaman itu, Jenderal Gatot mengutip data intelijen TNI yang mengungkap ada institusi negara non-militer akan membeli 5.000 pucuk senjata. Video rekaman tersebut lantas menjadi viral di media sosial.
Jenderal Gatot tak menampik isi rekaman itu. "Ya benar itu kata-kata saya, benar. Seribu persen benar itu kata-kata saya. Tapi saya tidak pernah press release maka saya tidak perlu menanggapi itu," kata Gatot di Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu, 24 September 2017.