Nestapa dari Lereng Gunung Agung
- ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Gara-gara aktivitas ekonomi lumpuh, Mas Sumantri mengakui banyak warga yang pada akhirnya menunggak pembayaran utang pinjaman atau kredit di perbankan. Warga tak bisa membayar tunggakan kredit karena tak ada keegiatan ekonomi yang bisa dilakukan.
"Kita sedang menghitung berapa jumlahnya. Kemarin saya dapat laporan sudah Rp1 triliun sekian. Itu utang mereka di bank. Angka pastinya belum dapat. Itu laporan kredit yang belum bisa dilunasi warga," kata Mas Sumantri.
Ia menduga, angka sesungguhnya akan jauh lebih besar dari laporan sementara itu. "Itu mungkin baru satu atau dua bank saja. Bank lainnya masih banyak. Begitu kondisi kita (Kabupaten Karangasem) sekarang," ungkapnya.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta kepada industri perbankan untuk me-reschedule utang-utang para pengungsi dari 28 desa terdampak bencana Gunung Agung. Pastika percaya perbankan memahami situasi bencana yang terjadi. Disamping itu, asuransi kredit juga bisa berperan dalam hal ini.
"Jadi kalau yang sudah dijamin oleh asuransi dan lain sebagainya, biasanya kredit itu ada jaminannya. Saya kira itu juga harus membantu hal-hal seperti ini," kata Pastika saat menghadiri Internasional INSARAG Team Leader Meeting 2017 di Padma Resort Legian, Kuta, Rabu 18 Oktober 2017.
Hanya saja, Pastika meminta kegiatan ekonomi yang masih bisa dilakukan oleh warga Karangasem agar tetap dijalankan. "Yang penting, tetap memperhatikan keselamatan jiwa manusia," ungkapnya.
Ia berjanji akan memikirkan roda ekonomi warga Karangasem. Pastika juga bertekad menghidupkan kembali ekonomi Karangasem pasca bencana nanti. Terkait masalah utang piutang, Ia akan segera membahasnya dengan perbankan agar diberikan keringanan bagi warga yang tertunggak imbas bencana Gunung Agung.
"Sudah pasti akan ada program khusus. Kita akan bicara dengan dunia perbankan yang betul-betul force major istilahnya, harus kita berikan toleransi untuk itu, mau tidak mau. Kan tidak mungkin kita memaksa," tegasnya.
Efek Domino
Di sisi lain, Pastika menyebut status 'Awas' Gunung Agung tidak saja berdampak serius pada roda perekonomian di Kabupaten Karangasem, tapi juga berdampak pada kehidupan sosial masyarakat dan pemerintahan di Provinsi Bali secara keseluruhan. Gubernur akan terus memantau perkembangan Gunung Agung.