Menyingkirkan Pangeran-pangeran Arab Saudi

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman.
Sumber :
  • REUTERS/Hamad I Mohammed

Laman The Guardian juga pernah merilis nama-nama pangeran Arab Saudi yang tinggal di Eropa dan kemudian dikabarkan hilang, diduga dipaksa pulang ke negaranya dan dihukum karena mencoba melakukan mobilisasi dan protes tradisi konservatif di negara itu. Mereka juga sempat memprotes maraknya kasus korupsi di lingkungan kerajaan.

img_title Terkuak, Pangeran Muda Arab Saudi Meninggal akibat Campuran Alkohol, Obat, dan Narkoba

Tak ayal karena itu, pembentukan Komisi Antikorupsi menjadi pertanda awal baru bahwa korupsi kini ibarat dosa baru yang secara legal dan luas melanggar hukum di Saudi dan akan diproses tanpa pandang bulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski langkah penegakan hukum tersebut sempat menuai kritik karena dianggap politis demi menyingkirkan lawan politik yang potensial pada masa depan, kebijakan ini juga diapresiasi oleh kalangan masyarakat Saudi. Sementara orang-orang dekat sang pangeran juga menegaskan bahwa Mohammad justru bisa menunjukkan kepemimpinan yang kuat sekaligus menyentuh kehidupan rakyat.

img_title Raja Salman Beri 100 Ton Kurma Premium untuk Muslim Indonesia Jelang Ramadhan

“Betul mungkin kalau kekuasaan saat ini begitu sentral namun dia (Mohammad) melakukan apa yang harus dilakukan. Dia memang harus melakukan konsolidasi menyeluruh. Selalu ada akibat yang mau tak mau harus diterima,” kata salah satu pejabat di lingkungan Pangeran Mohammad.

Sementara para pendukung kebijakan Pangeran Mohammad yang populer di kalangan muda itu lantas menilai sepak terjang sang putra mahkota sebagai langkah revolusioner.

img_title Kronologi Kecelakaan Tragis yang Bikin Pangeran Al-Waleed Koma 20 Tahun, Ini Profil Sleeping Prince

Jurus Penyelamatan

Menyusul dinamika yang terjadi di Saudi beberapa bulan belakangan, Ketua Kajian Timur Tengah dan Islam dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, memberikan tanggapan. Menurut dia, reformasi ala Pangeran Mohammad dengan Visi 2030 itu ibarat modernisasi yang memang mau tak mau harus dilakukan agar Arab Saudi agar tidak semakin terpuruk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya pada saat ini, negara tersebut mengalami defisit secara ekonomi. Dengan sumber keuangan yang lebih 90 persen mengandalkan minyak mentah maka Arab Saudi akan sulit untuk bangkit.

Selain perlu mengakomodasi ekonomi yang relatif liberal seperti rencana kawasan ekonomi turis Pangeran Mohammad, pemerintah Saudi juga harus bisa menunjukkan sikap yang mengakomodir kepentingan rakyat. Dalam hal itu, moderat adalah nilai yang dirasa lebih masuk akal untuk diterima masyarakat khususnya generasi muda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut