Membaca Proyek 'Perang' di Tanah Papua

Ilustrasi kelompok bersenjata yang bermarkas di Lanny Jaya, Papua.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Banjir Ambarita

Asisten Operasi Polri Irjen Pol M Iriawan dan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Umar yang memimpin pasukan akhirnya menjadi 'penyambut' warga untuk kemudian dikawal ke Timika Papua.

img_title Anggota Polres Puncak Jaya Gugur Ditembak KKB Bumiwalo Telenggen

Atas keberhasilan itu kemudian Gatot Nurmantyo secara mengejutkan langsung terbang ke Papua. Di lokasi yang disebut markas OPM atau tempat dimana pasukan khusus TNI mengusir 'penyandera' warga, langsung digelar upacara kehormatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebanyak 57 orang pasukan TNI pun diberi anugerah kenaikan pangkat luar biasa oleh Gatot. Seketika juga pujian dan sanjungan meruah untuk keberhasilan TNI.

img_title Permintaan Pj Gubernur Papua Tengah: Hentikan Kekerasan di Paniai

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk pasukan TNI yang berhasil menguasai Kampung Banti dan Kimbely Papua.

Terutama di jejaring sosial. Persepsi bahwa TNI menjadi 'penakluk' pertama bersahut-sahutan dengan pasukan Polri yang menjadi penyambut warga korban sandera.

img_title Aksi Teror KKB di Papua 2022 Turun, Korban TNI-Polri dan Warga Sipil Bertambah

Ditambah lagi Tito Karnavian tak merayakan 'keberhasilan' anak buahnya di Papua seperti yang dilakukan Gatot. "Itu adalah operasi yang sukses," ujar Tito di Jakarta.

Ia tak merinci untuk siapa apresiasi itu. Namun secara diplomatis pernyataan itu ditujukan kepada keberhasila tidak adanya korban jiwa.

Meski begitu, Tito tetap menyematkan bahwa apa yang terjadi itu tetap tak lebih sebagai ulah kriminal biasa. Pengalamannya didapuk sebagai Kapolda Papua, membuat referensi Tito lebih kuat soal kejahatan itu.

Namun demikian, keyakinan Tito soal itu sepertinya tak membuahkan hasil. Di pucuk lembaga pemerintah yakni Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, apa yang terjadi di Papua dinilai lebih dari sebuah kejahatan biasa.

Menkopolhukam Wiranto didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan pers soal senjata api, Jumat (6/10/2017).

Penilaian itu juga sejalan dengan paradigma di DPR atau dengan kata lain seragam dengan yang ada di kepala Panglima TNI. Atas itu, muncul kesepakatan baru bahwa mereka yang di Papua dan kerap mengangkat senjata butuh penamaan baru agar ada keseragaman langkah penindakan.

"Kemarin banyak istilah, tapi sekarang sudah disatukan istilah menjadi Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, di Jakarta, Senin 20 November 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesan 'eufemisme' atau penyederhanaan kelompok kriminal oleh Polri yang sempat menjadi kata 'andalan' polisi akhirnya kini dibuat terang dengan menambah kata 'separatisme'.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut