Naura dan Genk Juara dalam Pusaran Isu Agama
- YouTube Naura dan Genk Juara
Karenanya apa pun jawaban yang ia berikan pasti tidak akan memuaskan. Ia menerangkan, sebuah film dibuat dengan imajinasi-imajinasi, kebutuhan-kebutuhan, dan baginya kebetulan ternyata si penjahat dianggap Islam dan segala macam.
“Di film Indonesia lain juga, ya kita trace back aja, apakah penjahatnya bukan Islam? Mau penjahat Islam atau Kristen atau segala macam enggak ada yang salah dengan agamanya yang ada ya orangnya. Menurutku yang salah bukan agamanya kok, jadi jangan terus mengarahkan ke situ, tapi aku enggak mau komen di situ lagi karena domainku dari sisi kreatif," ujar Eugene, Rabu, 22 November 2017.
![]()
Mendorong Bangkitnya Film Anak Indonesia
Imam Suhardjo yang merupakan salah satu fungsionaris Majelas Ulama Indonesia (MUI) ini menyayangkan protes dan pemboikotan film ini. Naura dan Genk Juara, menurut Imam, hanya tayang di 10 layar bioskop di Jabodetabek, jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan film luar negeri, Justice League sebanyak 40 layar.
Protes ini dikhawatirkan bisa berdampak pada lesunya film Indonesia bergenre anak-anak di kemudian hari. Para sineas bisa saja takut atau enggan membuat film lain ke depannya. Euegene, sang sutradara memberi pandangan serupa.
"Buat saya, film ini adalah film yang sehat, kalaupun ternyata kemudian ada kritik salah penggunaan kata atau segala macam ya monggo buat saya enggak apa-apa, kan pembuat film pasti enggak sempurna, film itu enggak ada yang sempurna di dunia, pasti ada aja salahnya. Cuma kritik aja sesuai porsinya, tapi kemudian apa yang kita bikin itu sifatnya menghasut it's a different case, kalau kemudian isunya adalah menghasut, membenci agama sesuatu gitu, waduh jauh dari pikiranku sih. Konsentrasi saya adalah bagaimana Indonesia mempunyai film anak-anak lagi, bagaimana Indonesia punya lagu anak-anak lagi yang sehat buat mereka," jelas Eugene.
Terakhir, Imam kembali menegaskan, film ini sudah melalui proses sensor yang sesuai dengan Undang-undang. Ia bahkan terbuka jika masyarakat ingin berdiskusi dan duduk bersama untuk membahas masalah ini. Baginya, isu agama yang panas dalam Naura dan Genk Juara terlalu berlebihan.