Mengawal Perayaan Natal dan Tahun Baru

Ilustrasi Perayaan Tahun Baru.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA – Perayaan Natal dan Tahun Baru sudah menjadi tradisi di dunia, yang dilakukan setiap akhir tahun. Di Indonesia, tidak hanya umat Kristiani yang antusiasme, libur panjang perayaan ini juga dirasakan oleh warga lainnya. 

img_title Usai Minyak Goreng dan Kedelai, Kini Harga Daging Sapi Merangkak Naik

Seperti layaknya perayaan Idul Fitri bagi umat Muslim, periode Natal hingga Tahun baru pun menjadi perhatian khusus pemerintah. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan mulai dari pengamanan, hingga memastikan persediaan barang pangan dan moda transportasi tersedia dengan baik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian semua pemerintah dalam memastikan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berjalan dengan kondusif. 

img_title Meroketnya Harga Pangan Buat Nilai Tukar Petani Desember 2021 Naik

Pertama, menurut Tito, masalah ancaman teroris yang ada di Tanah Air. Terkait hal ini, pihaknya terus melakukan langkah-langkah preventif agar aksi teror itu tidak terjadi. 

Baca juga: Jelang Natal, Ribuan Penjahat Ditangkapi

img_title Airlangga: Harga Pangan yang Naik Akhir Tahun Untungkan Petani

"Tetapi, kita bekerja tidak ingin sampai kecolongan. Kita lakukan langkah-langkah dulu dengan penangkapan, pendekatan, soft, dan lain-lain," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 12 Desember 2017.

Kedua, masalah arus mudik yang harus diantisipasi pada libur Natal dan Tahun Baru, terutama di jalan tol. Ketiga, masalah ketersediaan bahan pokok. Untuk itu, koordinasi dengan otoritas terkait terus dilakukan. 

"Kami sudah melakukan langkah-langkah termasuk operasi pasar dan pengamanan pajak," ujar Tito, usai melakukan rapat koordinasi dengan otoritas terkait. 

Berikutnya, awasi pangan>>>

Awasi pangan strategis

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, momen akhir tahun ini akan dimanfaatkan berbagai pihak untuk mengambil keuntungan. Tetapi, bisa juga dimanfaatkan oleh para kartel untuk mengambil keuntungan pribadi, sehingga mengorbankan masyarakat. 

Untuk menjamin kebutuhan masyarakat, pemerintah berkomitmen untuk menjamin stok pangan cukup dan aman. Satgas pangan yang beranggotakan berbagai instansi terkait pun siap mengamankan stabilitas pangan pada periode tersebut.  

Baca juga: Jelang Tahun Baru, Pertamina: Pasokan Elpiji 3 Kg Aman

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang terpenting tahun ini stok cukup untuk 11 komoditas strategis," kata dia awal pekan ini.

Sementara itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan antisipasi adanya spekulan hara bahan pokok . 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut