Pesona Bali, Mendunia dan Tak Pernah Redup
- REUTERS/Beawiharta
Pamor Bali sebagai surga dunia terus meningkat dibanding destinasi-destinasi dunia lainnya. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali sepanjang tahun ini, Januari hingga Oktober 2017, mencapai lebih dari lima juta orang.Â
Angka ini mengalami kenaikan sebanyak satu juta wisman dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah wisman ke Bali hanya mencapai empat juta wisman di 2016.Â
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Haryadi Sukamdani menyebut, Bali unggul sebagai destinasi terbaik di dunia, tak lain karena Bali menjadi lokasi wisata yang sangat lengkap.Â
"Bali itu, relatif punya kekayaan budaya yang enggak dimiliki destinasi lain. Bali punya budaya, alam yang indah, masyarakatnya, serta keamanannya yang mendukung untuk menarik wisatawan," ujarnya saat dihubungi VIVA, Senin 18 Desember 2017.Â
Daya tarik budaya, yang tidak dimiliki oleh negara lain itulah yang membuat Bali menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.
"Destinasi dan atraksinya pun mendukung untuk menarik wisatawan juga," katanya.Â
![]()
Terguncang Erupsi Gunung Agung
Sayangnya, kini pariwisata Bali terguncang usai erupsi Gunung Agung pada Senin 27 November 2017. Hingga Senin 18 Desember 2018, Gunung Agung masih berstatus awas atau level IV.Â
Bandara Ngurah Rai sempat ditutup dan ratusan penerbangan ke Bali dibatalkan pada akhir November lalu, karena kabut asap pekat Gunung Agung mengganggu penerbangan. Sejumlah negara pun mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warga negaranya agar membatalkan perjalanan ke Bali.
Sejak aktivitas Gunung Agung meningkat pada September lalu, jumlah wisatawan yang datang ke Bali terus menurun. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali bahkan mengalami penurunan drastis pada Oktober 2017 dibanding beberapa bulan sebelumnya.Â
Kementerian Pariwisata mencatat jumlah wisman ke Bali pada Oktober sebanyak 464 ribu orang. Jumlah tersebut merosot sekitar 100 ribu orang, jika dibanding September, yang mencapai 552 ribu wisman. Bahkan, pada Agustus 2017, jumlah wisman ke Bali sampai mencapai 600 ribu orang. Â
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyebutkan, erupsi Gunung Agung berdampak pada pemasukan devisa. Diperkirakan setiap hari Rp250 miliar devisa berpotensi hilang. Hingga 31 Desember mendatang, kerugiannya bahkan diperkirakan bisa mencapai Rp90 triliun.