Pesona Bali, Mendunia dan Tak Pernah Redup

Turis asing menikmati Keindahan Pantai Kuta, Bali.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

Bencana alam yang dialami Bali, membuat Arief khawatir target 15 juta wisman di 2017 tidak bisa tercapai. Hal ini mengingat Bali menyumbang 40 persen kedatangan wisman ke Indonesia. 

img_title Sandiaga Uno Bicara Masa Depan Bali, Pariwisata Tak Cukup Hanya Andalkan Banyak Turis

Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah pun melakukan siasat dengan melakukan promosi besar-besaran di Kepulauan Riau (Kepri), sebagai alternatif destinasi wisata. Upaya ini mengingat Kepulauan Riau menjadi salah satu dari tiga pintu masuk utama wisman, yakni 30 persen ke Indonesia, selain Bali dan Jakarta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami promosiin di Kepri besar-besaran. Kami sadar itu targetnya sangat besar, yang bisa melengkapi itu Kepri," ujarnya. 

img_title Bank Indonesia akan Kalkulasi Dampak Efisiensi Anggaran untuk Pariwisata Bali

Sejak tahun lalu, pemerintah pun telah mencanangkan 10 destinasi Bali baru untuk mengejar target 15 juta wisman. Sepuluh destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan, yakni Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. 

Meski begitu, pengembangan pariwisata di 10 destinasi Bali baru ini membutuhkan kerja keras agar destinasi-destinasi ini menarik wisman dan terkenal hingga mendunia. 

img_title Dinas Pariwisata Bali Gencar Antisipasi Kejahatan dan Gangguan Wisatawan

Faktanya, hingga kini Bali masih menjadi destinasi wisata terpopuler di dunia. Aktivitas Gunung Agung bahkan menjadi pesona tersendiri bagi wisatawan mancanegara. 

Gunung Agung kini telah menjadi tujuan swafoto baru. Dengan catatan para wisatawan harus berada di luar zona bahaya di radius 10 kilometer dari kawasan Gunung tersebut. 

Salah satu lokasi yang populer adalah Pura Lempuyang yang indah, dan disebut “Gates of Heaven”, karena dari sana abu dan asap bisa terlihat memancar dari Gunung Agung sebagai latar belakang. 

Salah satu turis Australia bernama Jill Powers mengaku kepada Daily Mail bahwa dia berencana melancong ke Bali untuk melihat gunung berapi tersebut. 

'Kedengarannya bodoh, tapi iya, saya memasukkannya ke dalam daftar untuk melihat gunung berapi yang hidup. Saya pikir ini satu-satunya kesempatan saya," tutur dia, seperti yang dikutip dari laman Asiaone.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, Aleksandra Navetnaya memposting dirinya bermeditasi dengan pemandangan Gunung Agung, yang tengah erupsi mengeluarkan asap tebal, di akun Instagramnya. Ia mengatakan erupsi Gunung Agung adalah erupsi paling indah dan damai yang bisa ia bayangkan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut