Tangkal Teror Raih Damai Natal
- REUTERS/Fabrizio Bensch
Idham menjamin perayaan Natal bisa berjalan aman dan lancar. Dia menegaskan, tidak ada pihak mana pun yang boleh melakukan sweeping atribut Natal. Untuk itu, ia telah memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah hukumnya melakukan koordinasi dengan organisasi masyarakat. "Sudah saya perintahkan kapolres seluruhnya untuk tidak ada yang namanya sweeping-sweeping masalah Natal itu, tidak boleh," ujar Idham di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 8 Desember 2017
Suara senada dikemukakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Dia menjamin, ibadah perayaan Natal bagi umat Kristiani akan berjalan aman dan lancar di wilayah Jakarta. Dia meminta kepada seluruh warga Ibu Kota agar menghargai mereka yang tengah beribadah di gereja masing-masing. “Kami berharap, kita saling menjaga, dan menjunjung tinggi toleransi kita," katanya.
Sandiaga memastikan tak akan ada razia dari ormas-ormas tertentu terkait atribut Natal. "Pemprov yang akan di depan, ormas kalau mau bantu, bantu untuk memastikan kita bisa tanggap terhadap cuaca ekstrem," ujarnya.
Soal keamanan, Presiden Joko Widodo menegaskan, jangan sampai terjadi gangguan, khususnya saat masyarakat melaksanakan hari raya maupun libur panjang. "Saya minta Polri dan TNI dibantu BIN untuk mengantisipasi terjadinya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Jokowi juga meminta aparat memberikan rasa aman pada masyarakat dengan meningkatkan pengawasan, pengamanan terhadap tempat-tempat publik, tempat ibadah, bandar udara, pelabuhan, stasiun dan terminal bus.
Waspada Lone Wolf
Saat ini, data dan informasi intelijen Polri belum mendeteksi ada indikasi ancaman teroris. Namun Polri tak mau kecolongan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian tetap meminta jajarannya wajib mewaspadai potensi serangan-serangan kelompok teroris.
Kelompok pelaku teror kerap menggunakan cara-cara tertutup dan rahasia untuk mengorganisasi aksi. Mereka juga ada yang beraksi dengan cara lone wolf. Teroris lone wolf ini, menurut Tito, sangat sulit dideteksi. Mereka adalah orang-orang yang menjadi radikal dan bergerak secara mandiri melakukan aksi teror.
Dengan pengetahuan teror melalui internet, mereka memulai aksinya secara spontan. "Bayangkan Amerika, Inggris, Prancis itu semua bobol dengan lone wolf,” ujar Tito.